Kopi Dampit Masih Belum Miliki Indikasi Geografis

Kopi Dampit Belum Miliki Indikasi Geografis
(Tanaman kopi yang banyak bertebaran di selatan Dampit, Kabupaten Malang. Image : ist)
Pomidor.id –  Di antara berbagai wilayah di Kabupaten Malang yang memproduksi kopi, Kopi Dampit barangkali adalah yang paling dikenal. Sayangnya, hingga kini kopi yang dihasilkan dari kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lumajang itu belum memiliki Indikasi Geografis.

Menurut Nadirah Latief, salah seorang staf di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, belum terbitnya Indikasi Geografis untuk Kopi Dampit bukan karena pihaknya lalai. Tapi saat ini prosesnya sedang berjalan karena sudah didaftarkan beberapa waktu lalu.

“Sudah. Kami sudah ajukan Kopi Dampit untuk mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis ke Pemerintah Provinsi. Sekarang masih dalam proses,” ujar Nadirah.

Lamanya proses, tambahnya, besar kemungkinan karena faktor alam. Kecamatan Dampit dikelilingi empat gunung, yakni Gunung Semeru, Bromo, Arjuno dan Kawi. Setiap kawasan yang dekat dengan salah satu gunung tersebut memiliki karakteristik sendiri. Misalnya dari sisi kontur tanah atau pun ketinggiannya.

“Ini tentu akan mempengaruhi cita rasa dan aromanya,” jelasnya.

Baca Juga : Indikasi Geografis, Garansi Mutu Kopi Indonesia di Pasar Internasional

Selain itu, karena banyak diminati masyarakat dalam dan luar negeri, Kopi Dampit tak jarang dicampur dengan kopi dari daerah lain namun pengemasannya tetap memakai nama Kopi Dampit. Hal ini membuat keasliannya pun menjadi sulit dipastikan.

Berbeda dengan Kopi Ijen Raung. Meski sama-sama dari Jawa Timur, tetapi Kopi Ijen Raung lebih spesifik karena tumbuh di antara Gunung Ijen dan Gunung Raung yang berada di wilayah segitiga, Banyuwangi, Bondowoso dan Jember. Sehingga lebih mudah ditetapkan Kawasan Indikasi Geografis (KIG). Dengan adanya KIG ini, maka kopi di luar produksi wilayah pegunungan itu tidak akan bisa menggunakan nama Ijen Raung.

Kopi Ijen Raung sendiri adalah satu-satunya kopi asal Jatim yang sudah memiliki pengakuan Indikasi Geografis.

“Kami berharap Kopi Dampit bisa segera terbit sertifikat Indikasi Geografisnya. Sebab hal itu dapat mendongkrak nilai jual sekaligus juga berpotensi menjadikan Dampit sebagai destinasi wisata,” papar Nadirah.

Kopi Robusta Dampit
(Kopi Robusta Dampit. Meski banyak diminati, Kopi Dampit belum memiliki sertifikat Indikasi Geografis. Sedikit banyak hal ini tentu berimbas pada pemasarannya, terutama untuk pasar ekspor. Image : Lintas Kopi)

Baca Juga : Indikasi Geografis Jamin Kualitas & Keaslian Produk

Sebagai informasi, Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang atau produk. Faktor lingkungan geografis, termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari keduanya, memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang atau produk yang dihasilkan. Indikasi Geografis diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis pada Pasal 53 Bab VIII.

Indikasi Geografis dilindungi setelah didaftarkan untuk mendapat perlindungan Hak atas Indikasi Geografis. Hak atas Indikasi Geografis adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada pemegang hak Indikasi Geografis yang terdaftar, selama reputasi, kualitas, dan karakteristik yang menjadi dasar diberikannya pelindungan atas Indikasi Geografis tersebut masih ada. (NOT)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan