Melonjaknya Harga Cabai Rawit Picu Inflasi Kota Malang

Melonjaknya Harga Cabai Rawit Picu Inflasi Kota Malang
(Cabai rawit kembali menjadi komoditas pendongkrak inflasi di Kota Malang. Image : Pomidor)
Pomidor.id – Kenaikan harga cabai rawit kembali memicu inflasi di kota Malang. Tercatat, kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,20 persen di bulan Juli 2019.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Sunaryo, menyampaikan, melonjaknya harga cabai rawit yang mencapai 151,86 persen menjadi penyumbang inflasi tertinggi di kota Malang dengan andil 0,1857 persen.

“Seringkali cabai rawit ini sangat pedas mengungkit inflasi. Karena cabai rawit menjadi komoditi yang memang diperlukan oleh masyarakat. Jadi meski pun harganya mahal, tapi tetap dibutuhkan oleh masyarakat,” sebutnya saat merilis inflasi kota Malang, di kantor BPS, Kamis (1/8/2019).

Kenaikan harga cabai rawit tidak hanya terjadi di kota Malang tetapi juga terjadi di daerah lain, imbuhnya.

Baca Juga : Disperdag Kota Malang Pantau Penyebab Kenaikan Harga Cabai

Menurut Sunaryo, melonjaknya harga cabai rawit tersebut sebenarnya tidak akan menjadi masalah jika masyarakat sudah terbiasa menggunakan cabai instan atau cabai bubuk.

“Sebagai salah satu alternatif sebetulnya ketika harga cabe rawit turun drastis, harusnya bisa di instankan. Sehingga pada saat harganya mahal, tidak akan menjadi masalah lagi. Karena masyarakat bisa menggunakan cabai instan. Pola pemikiran seperti ini yang harusnya mulai diterapkan,” ujarnya.

Sunaryo, Kepala BPS Kota Malang
(Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo. Image : Pomidor)

Lebih lanjut disampaikan Sunaryo, Inflasi Kota Malang tertinggi keempat se-Jawa Timur setelah Kediri 0,44 persen, Banyuwangi 0,39 persen dan Jember 0,24 persen. Ia mengatakan inflasi di bulan Juli 2019 selain dipicu oleh naiknya harga cabai rawit, juga dipicu naiknya harga daging ayam ras dan cabai merah.

“Harga daging ayam ras mengalami kenaikan 8,08 persen dengan andil 0,0992 persen. Sedangkan cabai merah mengalami kenaikan harga sebesar 15,80 persen dengan andil 0,0662 persen,” terangnya.

Baca Juga : Teknologi Budidaya Kurangi Fluktuasi Harga Bawang Merah dan Cabai

Inflasi kota Malang juga dipengaruhi oleh emas perhiasan, buah pir, tauge/kecambah, mentimun, pisang, labu siam/jipang. Upah Pembantu Rumah Tangga (PRT) turut berperan karena mengalami kenaikan harga.

Ada pun komoditi yang menahan laju inflasi pada bulan Juli 2019 yakni angkutan udara, bawang putih, tomat sayur, mujair, bawang merah, tongkol pindang, semangka, selada/daun selada, tarif kereta api dan besi beton, demikian keterangan Sunaryo. (ANC)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan