Mentan : Alsintan Penting untuk Cegah Kebakaran Lahan dan Sejahterakan Petani

Mentan : Alsintan Penting untuk Cegah Kebakaran Lahan dan Kesejahteraan Petani
(Rotavator yang digunakan untuk pengolahan tanah. Alat mesin pertanian seperti berperan penting dalam mencegah kebakaran lahan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Image : ist)
Pomidor.id – Saat berkunjung untuk melihat perkembangan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) di Sumatera Selatan, Rabu, (28/8), Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan rawa memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan. Sekaligus mendukung program swasembada nasional.

Selain itu, Menteri Amran menilai penting saat ini bagaimana menekan kebakaran lahan dengan memberikan petani alat mesin pertanian untuk melakukan olah tanah dan tidak membakar lahan.

“Kita dorong olah tanah dengan alat mesin pertanian, yaitu menggunakan rotavator. Kita gunakan teknologi modern. Kita menggunakan eksavator, menggunakan traktor roda 4 dan seterusnya,” tegasnya.

Muat Lebih

Lebih lanjut Mentan mengatakan saat musim kering penting bagi masyarakat untuk menekan kebakaran lahan tidur di area rawa. Kementan mendorong agar lahan tidur tersebut digarap sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani di Sumatera Selatan.

“Bapak Presiden mendorong agar pencegahan kebakaran lahan rawa dengan modernisasi pertanian kita. Menghentikan kebiasaan mereka membakar lahan sebelum bertani. Alsintan akan sangat membantu bagi mereka,” kata Amran.

Baca Juga : Penggunaan Alsintan untuk Efisiensi dan Atasi Kekurangan Tenaga Kerja

Kementan sudah menurunkan 1.700 alat mesin pertanian, eskavator sebanyak 118 unit dan tambahan 10 unit pada hari ini.

“Itu sudah 120 unit dan nilainya 300-400 miliar. Tidak tanggung-tanggung ini untuk kesejahteraan petani dan sekaligus menekan kebakaran. Alhamdulillah, kami dengar langsung dari Pak Gubernur kebakaran hari ini sudah jauh menurun,” ujar Mentan.

Selama ini lahan di Sumatera Selatan  rawan kebakaran dan ekspor asap ke negara tetangga sewaktu musim kemarau. Namun Mentan optimis apabila ditanami komoditas pertanian dengan memanfaatkan alat modern, produksi akan meningkat.

“Kami target meningkatkan kesejahteraan petani kita yang dulu tanam 1 kali sekarang menjadi tiga kali. Kan bisa meningkat pendapatannya dua kali atau tiga kali lipat. Kalau ini nanti berhasil target 200 ribu hektar itu meningkatkan pendapatan Sumatera Selatan 14 triliun. Kalau nanti dua kali lipat luas tanam, tahun depan, tambah meningkat 30 triliun. ini luar biasa mendorong kesejahteraan petani dan menekan kemiskinan, ” kata Amran yang disambut antusias masyarakat Banyuasin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan