Pemuda Tani HKTI Siapkan SDM Unggul untuk Kemandirian Pertanian

Pemuda Tani HKTI Siapkan SDM Unggul untuk Kemandirian Pertanian
(Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Rakornas Pemuda Tani HKTI di Denpasar, Bali. Image : ist)
Pomidor.id – Pemuda Tani HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) berkomitmen mencetak SDM unggul bidang pertanian.

Ketua Umum Pemuda Tani HKTI, Rina Saadah menyatakan sesuai dengan visi Presiden Jokowi SDM Unggul, Indonesia Maju, HKTI siap mencetak petani-petani muda yang unggul untuk membangub kemandirian pertanian Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nachrowi membuka Rakornas yang diselenggarakan di Denpasar, 20-22 Agustus 2019. Hadir Sekjen HKTI Mayjen Purn Bambang Budi Waluyo, Direktur Taipei Economi and Trade Office (TETO) Indonesia William HL Tan, pemimpin Taiwan ICDF Douglas GJ Moh, Dirut LPDB Kemrnkop UMKM Beaman Setyo, Direktur Bisnis LPDB Krisdianto Soedarmono dan mitra lainnya.

“Kami mengajak para pemuda unggul dalam pembangunan pertanian Indonesia,” kata Imam Nachrawi.

Kemenpora siap mendukung para petani muda melalui pembinaan, promosi, dan dukungan program untuk membangun Indonesia maju.

Baca Juga : Program Agro Gemilang Dorong Petani Muda Rambah Pasar Ekspor

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menantang para pemuda tani untuk menjadi terdepan dalam pembangunan pertanian masyarakat.

“Kami mengajak para petani muda untuk menjadi pengusaha-pengusaha pertanian besar yang mengelola lahan ribuan hektar dengan membina masyarakat sekitar,” ujarnya.

Mentan siap membantu bibit unggul untuk dibudidayakan pemuda tani. Kementan menyiapkan 500 juta bibit unggul untuk dibagikan kepada masyarakat.

Sementara Ketua Umum HKTI Jenderal Purn Moeldoko meminta Pemuda Tani HKTI menjadi motor perubahan sektor pertanian di wilayahnya masing-masing.

“Masuk ke HKTI harus mental jagoan dalam melakukan perubahan,” tegas Moeldoko.

Baca Juga : HKTI Apresiasi Peningkatan Nilai Ekspor Pertanian Indonesia

Moeldoko juga menyampaikan dirinya anak petani miskin. Karena kegigihan bisa sukses. Dan setelah pensiun tentara menjadi petani.

“Saya bangun usaha pertanian dalam 2,5 tahun bisa sukses,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Pemuda Tani HKTI mendatangani kerjasama dengan LPDB Kementerian Koperasi dan UKM. LPDB siap menyaluarkan dana bergulir untuk modal usaha Pemuda HKTI.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan