Penyemprotan dengan Drone Lebih Murah dan Efektif

Penyemprotan dengan Drone Lebih Murah dan Efektif
(Penggunaan drone untuk penyemprotan pestisida semakin banyak digunakan, termasuk untuk tanaman pisang. Image : Engineering Sarokar)
Pomidor.id – Semakin banyak petani di Filipina yang menggunakan drone untuk menyemprotkan fungisida untuk tanaman pisang mereka. Selain lebih murah dibanding secara manual, penyemprotan dengan drone juga dianggap lebih efektif.

Dua perusahaan pertanian di Davao baru-baru ini membeli 30 drone dari China dengan harga 500.000 Peso Filipina (hampir Rp 138 juta)/unit. Drone-drone tersebut itu ke perkebunan-perkebunan pisang untuk menyemprotkan fungisida. Hebatnya, para penyewanya rata-rata adalah petani kecil dengan lahan tak terlalu luas.

Menurut CEO Federasi Koperasi di Mindanao, Ireneo D. Dalayon, dua perusahaan importir alat-alat pertanian tersebut saat ini tengah menunggu kedatangan puluhan drone pesanan mereka.

“Sejumlah perkebunan kini menggunakan drone untuk penyemprotan fungisida atau pestisida dari udara. Dalam hal biaya, lebih murah dibanding menggunakan pesawat kecil atau penyemprotan manual. Efektif pula untuk lahan yang tak terlalu luas,” ujar Dalayon dikutip dari Bussiness World.

Baca Juga : Perubahan Iklim Percepat Merebaknya Penyakit Pisang Black Sigatoka

Di samping memangkas biaya, penyemprotan dengan drone juga lebih presisi untuk target pengendalian penyakit pisang seperti bercak daun sigatoka dan penyakit yang disebabkan jamur lainnya. Karena tepat sasaran, diharapkan dapat meningkatkan produksi serta kualitas pisang yang ditanam petani.

Keuntungan lain dari penyemprotan dengan drone adalah mengurangi resiko paparan pestisida beracun ke masyarakat sekitar sebagaimana halnya apabila menggunakan pesawat karena arealnya lebih luas. Sedangkan dengan cara manual, sangat beresiko bagi pekerja.

“Pesawat terbang sangat tinggi dan cepat sehingga penyemprotan sering kali justru tidak mengenai daun. Berbeda dengan drone yang dapat terbang dengan ketinggian ideal sehingga kabut yang disemprotkan langsung mengenai daun. Sementara penyemprotan secara manual berdampak pada pekerja karena kontak langsung dengan bahan kimia,” terang Dalayon.

Baca Juga : Sisi Gelap Industri Pisang : “Main Semprot. Mereka Pikir Kami Pisang?”

“Jika pisang yang dihasilkan berkualitas baik, harganya tentu bagus. Tapi jika pisang yang dihasilkan banyak cacatnya, maka pasti akan dihargai murah,” tambahnya.

Sebagai informasi, sekali beroperasi drone ini dapat mengangkut 20 hingga 30 liter pestisida.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan