Penyemprotan Herbisida Terbaik Mengikuti Jam Biologis Tanaman

Penyemprotan Herbisida Terbaik Mengikuti Jam Biologis Tanaman
(Waktu penyemprotan herbisida yang terbaik sebaiknya dengan mengikuti jam biologis tanaman yang dituju. Image : ist)
Pomidor.id – Sama dengan mahluk hidup lain, tanaman juga memiliki jam biologis sendiri. Penyemprotan herbisida, khususnya pada tanaman budidaya, hasilnya akan jauh lebih efektif jika dilakukan dengan mengikuti jam biologisnya.

Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa tanaman dapat mengetahui waktu yang mempengaruhi respon mereka terhadap penyemprotan herbisida yang diberikan. Adalah ritme sirkadian pada tanaman yang mengatur sensitivitas mereka. Studi ini akan menguntungkan bagi dunia pertanian karena dapat mengurangi potensi gagal panen sekaligus memperbaiki kualitas produksi.

“(Penelitian) ini menunjukkan bahwa di masa mendatang kita dapat mengefektifkan aplikasi bahan-bahan kimia yang digunakan dalam pertanian dengan memanfaatkan jam biologis tanaman. Pendekatan jenis ini dan menggabungkannya dengan bioteknologi serta pertanian presisi, akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi ekonomi dan lingkungan,” ujar Dr Antony Dodd, ilmuwan yang terlibat dalam studi tersebut.

Dodd yang juga dosen senior ilmu biologi di Universitas Bristol, Inggris, menambahkan, sama seperti pada manusia, tanaman memiliki jam tubuh yang sangat penting bagi kehidupan mereka. Baik itu siang atau pun malam. Jam biologis ini memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan dan respon mereka terhadap kondisi lingkungan yang berubah-ubah.

Baca Juga : Awas, Penggunaan Roundup Tingkatkan Resiko Kanker 40%

Dipublikasikan akhir pekan kemarin dalam jurnal Nature Communications, para peneliti mendapati kematian jaringan tanaman dan melambatnya pertumbuhan akibat aplikasi herbisida berbahan aktif glisofat, sering kali karena tidak mengikuti jam biologis tanaman.

Yang lebih penting lagi, jam biologis juga menyebabkan perubahan jumlah minimun herbisida yang diperlukan untuk mempengaruhi tanaman. Dengan kata lain, penyemprotan herbisida lebih efektif dilakukan pada jam-jam tertentu dalam sehari. Jika diaplikasikan mengikuti jam biologis tanaman, akan mengurangi jumlah herbisida yang digunakan, menghemat waktu petani dan meminimalisir efeknya terhadap lingkungan.

Ini bisa dianalogikan dengan pemberian kronoterapi dalam ilmu kedokteran. Kronoterapi dilakukan dengan mempertimbangkan waktu terbaik jam tubuh saat memberikan obat atau perawatan pada pasien.

Baca Juga : Kalau Rumput Liar Bisa Ngomong …

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pendekatan serupa dapat diadopsi untuk pertanian di masa depan. Perawatan, khususnya penyemprotan herbisida pada tanaman budidaya, sebaiknya diterapkan pada waktu yang paling tepat untuk membasmi spesies gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Dengan demikian akan membantu intensifikasi pertanian berkelanjutan yang mutlak dibutuhkan untuk memberi makan populasi manusia yang semakin banyak.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan