Petani Tajik Lebih Suka Menjual Hasil Panenan Langsung ke Pasar

Petani Tajik Lebih Suka Menjual Hasil Panenan Langsung ke Pasar
(Aktivitas di Pasar Jumat di Khujand, Tajikistan. Image : East-Fruit)
Pomidor.id – Berbeda dengan umumnya petani Indonesia yang memilih bakul atau tengkulak untuk memasarkan hasil panenannya, petani Tajikistan lebih suka datang langsung ke pasar dengan membawa sayur dan buah segar hasil dari kebun atau ladang mereka. Cara berdagang tradisional ini dianggap menguntungkan baik bagi petani maupun konsumen.

Di berbagai tempat penjualan buah dan sayuran di kota-kota serta pusat-pusat distrik di Tajikistan, terlihat banyak petani berkumpul dan berlalu lalang. Mereka bukan tengah menyetorkan sayur atau buah ke para pedagang pengecer, namun mereka justru sedang berjualan. Mereka menjual hasil panenan langsung ke pasar tanpa perantara.

Model berjualan yang demikian ini sudah bertahan dari generasi ke generasi. Seolah tak terpengaruh perdagangan modern yang banyak dikendalikan retailer-retailer besar seperti mall atau supermarket.

Petani Juga Merangkap Pedagang
(Para pedagang rata-rata juga adalah petani. Mereka lebih suka menjual hasil panenan langsung ke pasar. Image : East-Fruit)

Bagi sebagian besar warga Tajik, hal ini membawa keuntungan bagi kedua belah pihak. Di satu sisi petani dapat menjual buah dan sayuran langsung dari kebun dengan harga layak, sementara bagi konsumen barang-barang tersebut dapat mereka beli dengan harga terjangkau.

Baca Juga : Pasar di Nigeria Ini Hanya Berlakukan Barter Barang untuk Jual Beli

“Saya memiliki sebidang lahan kecil di Zarzamin Babadzhan di Distrik Gafurovsky. Di lahan itu keluarga kami menanam tomat, kentang dan kubis,” kata Abdusattor Rakhmonov kepada East-Fruit.

“Kami membawa hasil panenan kami setiap minggu untuk dijual di Pasar Jumat di Khujand. Di tempat ini kami diberi segala fasilitas untuk berjualan. Tak ada pajak atau retribusi yang dibebankan kepada kami. Semuanya gratis,” tambahnya.

Tawar Menawar
(Sama seperti di Indonesia, tawar menawar sebelum membeli barang juga lazim dilakukan. Image : East-Fruit)

Sementara seorang pembeli warga Khujand, Fayzullo Hasanov, mengatakan ia selalu berbelanja di Pasar Jumat (dinamakan demikian karena pasar itu hanya aktif pada hari Jumat), karena barang yang dijual beraneka ragam dengan harga murah.

“Di sini harganya terjangkau. Banyak pilihan. Kualitasnya juga terjamin karena sudah menjalani kontrol fitosanitari (keamanan pangan untuk tumbuhan),” ujar Hasanov.

Harga Lebih Terjangkau
(Karena dijual langsung oleh petaninya, harga sayur dan buah di pasar tradisional Tajikistan lebih terjangkau bagi warga kebanyakan. Image : East-Fruit)

Baca Juga : 6 Alasan Kenapa Musti Beli Sayur & Buah dari Petani Lokal

Pasar Jumat di Khujand adalah salah satu dari sekian banyak pasar tradisional di Tajikistan. Para petani di pasar-pasar tersebut sudah memiliki pelanggan tetap.

Selain pasar tradisional, pameran dagang rutin pula digelar di hari Sabtu. Biasanya pameran yang menawarkan produk-produk makanan itu digelar di kota-kota industri, utamanya di Ibukota Tajikistan, Dushanbe.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan