Anjing Terlatih Dapat Mendeteksi Citrus Greening Lebih Cepat & Murah

Anjing Terlatih Dapat Mendeteksi Citrus Greening Lebih Cepat dan Murah
(German Shepherd atau Anjing Gembala Jerman tengah mengendus sebuah pohon jeruk untuk memastikan apakah terserang citrus greening atau tidak. Image : F1K9/U.S. Department of Agriculture)
Pomidor.id – Petani jeruk di mana pun kini dapat lebih cepat mendeteksi citrus greening, penyakit mematikan pada tanaman jeruk. Bukan dengan alat super modern, melainkan dari penciuman anjing yang dilatih khusus untuk itu.

Anjing ternyata dapat lebih cepat mendeteksi gejala awal tanaman jeruk terserang citrus greening sebelum dilakukan uji laboratorium. Hebatnya lagi, memanfaatkan hewan dengan penciuman teramat tajam seperti anjing juga jauh lebih murah daripada menggunakan peralatan mahal atau pengujian di laboratorium berulang-ulang.

“Belum ada teknologi yang mampu menandingi indera penciuman anjing yang mengalami penyempurnaan evolusi selama jutaan tahun,” kata Gottwald, peneliti dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA).

Gottwald selama bertahun-tahun memimpin proyek untuk melatih dan menguji penciuman anjing di Fort Pierce, Florida, AS.

“Pada prinsipnya anjing dapat menemukan lebih dini penyakit pada tanaman sebelum dilakukan analisa di laboratorium,” tambahnya.

Anjing Mendeteksi Citrus Greening
(Menggunakan anjing untuk mendeteksi serangan citrus greening pada tanaman jeruk jauh lebih murah biayanya dibandingkan dengan uji laboratorium. Image : USDA)

Gottwald mengatakan ini adalah pertama kalinya anjing dilatih khusus untuk mendeteksi citrus greening dengan tingkat akurasi tinggi. Sehingga binatang yang kerap dianggap sahabat manusia ini dapat dimanfaatkan untuk tujuan komersial di bidang pertanian.

Bahkan kolega Gottwald sesama peneliti di USDA, William Schneider, memutuskan cabut dari pekerjaannya dan memulai usaha baru yang lebih menjanjikan. Melatih anjing khusus untuk mendeteksi adanya penyakit pada tanaman. Anjing-anjing binaan Schneider itu disebut F1K9 dan bermarkas di Yalaha, Florida.

“Anjing-anjing ini melakukannya lebih baik daripada mesin apa pun,” ujar Schneider yang juga menjabat sebagai kepala peneliti di perusahaannya.

Baca Juga : El Savador Kerahkan Anjing Pelacak Fusarium di Bandara

Selain itu, menggunakan anjing juga lebih murah karena hanya biayanya hanya USD 4,5 (Rp 65 ribu) untuk mengetes apakah sebuah pohon jerus terserang citrus greening atau tidak. Sementara jika diuji di laboratorium, biayanya bisa membengkak hingga USD 30 (Rp 433 ribu)/pohon.

Schneider menuturkan sejauh ini F1K9 telah melatih 20 anjing khusus untuk mendeteksi citrus greening. Penyakit yang menyebabkan anjloknya hasil panen dan kematian pohon ini adalah akibat dari serangan sejenis kutu loncat. Kutu loncat yang memiliki nama ilmiah Diaphorina citri ini berperan menjadi vektor bakteri Candidatus Liberibacter asiaticus, penyebab penyakit CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) atau citrus greening.

Pohon Jeruk Terinfeksi Citrus Greening
(Pohon jeruk yang terinfeksi citrus greening. Selain membuat produksinya anjlok, penyakit ini juga mematikan bagi tanaman jeruk. Image : Pest Net)

Hingga saat ini belum ada penangkal yang mujarab untuk mengobati tanaman jeruk yang telah terinfeksi. Satu-satunya cara adalah tindakan preventif seperti rutin membersihkan gulma di sekitar pohon, menjaga kelembaban, memonitor perkembangan hama yang merugikan tanaman, dlsb.

Baca Juga : Citrus Greening, Penyakit Mematikan Pada Tanaman Jeruk

Sebagai informasi, citrus greening sempat menghancurkan produksi jeruk di Florida paska meluasnya serangan di tahun 2006. Saat itu, produksi bahkan anjlok hingga tinggal seperempatnya, rekor tertinggi dalam sejarah. Kerugian yang ditimbulkannya pun mencapai USD 4,6 miliar dalam periode lima tahun.

Diaphorina Citri
(Diaphorina citri atau sering juga disebut Kutu Loncat Asia, menjadi vektor bakteri Candidatus Liberibacter asiaticus, penyebab citrus greening. Image : Flickr)

Pemerintah AS berupaya keras memerangi penyakit ini dengan mengucurkan jutaan dolar. Sedangkan USDA sendiri dalam beberapa tahun terakhir juga mendanai USD 4,4 juta untuk proyek penelitian anjing yang dapat mendeteksi tanaman jeruk yang terserang penyakit.

“Kami membutuhkan lebih banyak anjing yang terlatih untuk melakukan ini (mendeteksi citrus greening). Sehingga Florida nantinya bisa kembali menjadi sentra produksi jeruk di Amerika,” tukas Schneider.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan