Budidaya Rumput Laut Bantu Kurangi Efek Perubahan Iklim

Budidaya Rumput Laut
(Selain memiliki manfaat besar secara ekonomi, budidaya rumput laut juga berkontribusi mengurangi efek perubahan iklim. Image : Sonny Tumbelaka/AFP)
Pomidor.id – Indonesia merupakan salah satu negara penghasil rumput laut terbesar di dunia. Selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir, produksi rumput laut nasional meningkat hampir empat kali lipat. Begitu pun dengan ekspornya. Sekitar 75 persen hasil rumput laut terserap ke pasar luar negeri, sisanya untuk konsumsi domestik.

Selain memiliki nilai ekonomi yang sangat besar dan menjadi sumber mata pencaharian utama warga pesisir, budidaya rumput laut juga berkontribusi positif bagi lingkungan. Terutama membantu mengurangi dampak dari perubahan iklim.

Sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di University of California, Santa Barbara, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa kegiatan bertani rumput laut bisa menjadi alternatif untuk menyerap karbon dan mengimbangi emisi gas rumah kaca di sekitar kawasan dilakukannya kegiatan budidaya rumput laut.

“Memang bukan simsalabim begitu saja (meniadakan emisi karbon). Tapi potensinya besar,” ujar salah satu peneliti, Halley Froehlich dalam rilisnya dikutip dari Science Daily.

Baca Juga : Tingkatkan Ekonomi Pesisir, Pemerintah Kembangkan Industri Rumput Laut Nasional

Sebagian besar aktivitas pertanian rumput laut dilakukan di negara-negara Asia Tenggara. Indonesia dan Filipina menguasai perdagangan rumput laut dengan total lebih dari 50 persen keseluruhan produksi rumput laut global.

Di Amerika Serikat sendiri, budidaya rumput laut juga mulai dilakukan. Namun karena skalanya kecil, pengaruhnya tak signifikan untuk menyerap emisi karbon.

Studi ini mengidentifikasi sekitar 48 kilometer persegi lautan tempat rumput laut bisa dibudidayakan. Adalah berlebihan mengharap aktivitas bertani rumput laut dapat menyerap seluruh emisi karbon. Tapi paling tidak menguranginya.

Baca Juga : Menanam Triliunan Pohon Cara Terbaik Melawan Perubahan Iklim

Peneliti lainnya, Benjamin Halpern, mengatakan tidak ada cara tunggal untuk menghadapi efek perubahan iklim. Semua upaya, sesedikit apa pun pengaruhnya, layak dilakukan.

“Masalah (perubahan iklim) terlalu besar untuk solusi yang sederhana. Kita harus bahu membahu untuk mengatasinya,” tegas Halpern.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan