Indonesia Berpotensi Besar Capai Swasembada Gula

Indonesia Berpotensi Besar Swasembada Gula
(Truk pengangkut tebu menuju pabrik gula. Pendirian puluhan pabrik gula baru akan membantu menekan impor sekaligus mempercepat swasembada gula. Image : RBT)
Pomidor.id – Dorongan terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) terhadap investor di bidang gula untuk meningkatkan kapasitas produksi gula. Hal ini demi mencapai target memenuhi kebutuhan gula konsumsi, gula industri dan swasembada gula.

Dalam pernyataannya akhir pekan lalu, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, menyampaikan bahwa kebutuhan gula konsumsi atau gula putih nasional sebanyak 2.8 juta ton. 2,5 juta ton dipenuhi oleh produksi nasional, sementara yang 300 ribu ton melalui impor.

Kementan telah melakukan percepatan investasi yaitu dengan menggandeng 10 investor yang siap membangun pabrik gula. Melihat tingginya minat investasi pada produksi gula, ini menandakan bahwa peluang untuk mencapai swasembada gula sangat tinggi.

“Saat ini sudah ada 10 investor yang sudah membangun pabrik gula. 7 diantaranya sudah beroperasi dan 2 pabrik lagi akan beroperasi pada bulan Desember 2019 dan 1 pabrik lagi akan beroperasi pada Desember 2020. Nantinya pabrik gula tesebut akan memenuhi kebutuhan gula konsumsi di tanah air, dan menekan impor, “ ujar Kasdi.

Kasdi juga menegaskan bahwa 10 pabrik tersebut memiliki nilai invastasi sebesar Rp 43,82 triliun, dengan potensi menyerap tenaga kerja sebesar 2 juta pekerja. Pabrik-pabrik gula tesebut selain menyerap tenaga kerja secara langsung, juga akan menguntungkan banyak pihak. Termasuk akan adanya restoran, warung, kost-kostan, destinasi wisata dan lain-lainnya.

Baca Juga : Insentif Investasi Industri Gula Harus Didukung Inovasi Teknologi

Untuk diketahui, jika sepuluh pabrik gula tersebut sudah beroperasi semua kita akan memiliki kapasitas produksi minimal mencapai 100.000 ton cane per day (TCD), dengan target tambahan areal tebu inti sebesar 94.100 ha dan plasma seluas 103.900 ha. Dari 10 pabrik gula tersebut memiliki potensi produktivitas tebu rata-rata sebesar 92,5 ton per hektar dan potensi produktivitas gula sebesar 8,14 ton per hektar. Serta rendemen rata-rata untuk 10 pabrik gula tersebut 8,7 %.

Kasdi menuturkan bahwa ada rencana investasi tambahan 15 pabrik gula. Pabrik-pabrik gula itu akan dibangun pada periode 2020 sampai dengan 2024 untuk memenuhi kebutuhan gula industri sebanyak 3,2 juta ton.

“Artinya kita mampu untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi/gula putih nasional serta gula industri. Saya sangat optimis bahwa swasembada gula sudah di depan mata,“ tutup Kasdi.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan