Instalasi Seni Futuristik Ubah Stadion Sepak Bola Jadi Hutan

Instalasi Seni Futuristik Ubah Stadion Sepak Bola Jadi Hutan
(Hutan di dalam stadion sepak bola di Austria. Image : UNIMO)
Pomidor.id – Bagi suporter di stadion Wörthersee di Austria, sepak bola bukan lagi menjadi pertunjukkan utama. Tapi desiran angin, goyangan pepohonan nan hijau serta mungkin kicauan burung-burung adalah suguhan baru. Ya, stadion yang pernah menjadi markas tim FC Kärnten tersebut kini diubah menjadi hutan hidup demi mengingatkan akan gelombang perubahan iklim dan deforestasi di sejumlah wilayah di muka bumi.

Instalasi seni futuristik mengubah lapangan bola menjadi hutan ini digagas oleh Klaus Littmann dengan tema “Demi Hutan – Obyek Alam yang Tak Terbatas”. Karya ini menunjukkan kontrasnya arena stadion linier bikinan manusia dengan semak-semak dan pepohonan hijau yang menjulang tinggi di dalamnya.

Instalasi ini seolah memainkan emosi kita yang sebenarnya sudah familiar dengan pemandangan stadion dan hutan. Akan tetapi menempatkannya dalam satu kesatuan menjadikannya sesuatu yang sama sekali berbeda.

“Dengan karya seni yang monumental ini, Littman menantang persepsi kita tentang alam. Sekaligus mempertajam kesadaran kita tentang hubungan masa depan antara alam dan manusia,” demikian keterangan proyek seni tersebut.

Baca Juga : Menanam Triliunan Pohon Cara Terbaik Melawan Perubahan Iklim

Kurang lebih ada 300 pohon yang ditanam di lapangan stadion yang pernah menjadi salah satu tuan rumah perhelatan Piala Eropa 2008. Tinggi pohon antara 8 sampai14 meter dengan berat bervariasi hingga 6 ton. Pohon-pohon itu dibawa dari tempat pembibitan di sekitarnya.

Seluruh lapangan ditanami aneka pohon yang umum tumbuh di Eropa Tengah. Lengkapnya ada 16 jenis pohon seperti maple, adler, beech, larch dan pinus, dll.

“Saya belum pernah bekerja dengan mahluk hidup sebelumnya. Saya baru benar-benar sadar ini tidak dapat dibandingkan dengan bekerja memakai medium patung, foto atau lukisan,” kata Littmann kepada BBC.

“Pekerjaan ini musti menyesuaikan dengan habitat spesies aslinya. Juga harus dilakukan dengan penuh konsentrasi dan rasa hormat,” tambahnya.

Konsep instalasi seni futuristik ini diilhami oleh lukisan nyeleneh Max Peinter di tahun 1936. Peinter kala itu melukiskan kerumunan orang yang tengah memadati stadion dan mengagumi pohon-pohon yang tumbuh di dalamnya. Lukisan itu sendiri dimaksudkan sebagai gambaran ketika hutan tak lebih dari sekedar benda seni. Lukisan itu juga menjadi sampul muka lebih dari 20 buku berbahasa Jerman.

“Saya pikir ide di balik karya itu sangat menarik,” ujar Littmann mengenai motivasinya mewujudkan lukisan Max Peinter ke dalam bentuk nyata.

Klaus Littman dengan Karyanya
(Klaus Littmann dengan karya seni futuristiknya. Memindahkan hutan ke dalam stadion sepak bola. Image : Swiss Info)

Baca Juga : Penggundulan Hutan Amazon Seluas 3 Kali Lapangan Bola Terjadi Setiap Menit

Untuk menggugah kesadaran masyarakat, ada peringatan yang menyertai proyek tersebut.

“Suatu hari, kita mungkin hanya dapat mengagumi sisa-sisa alam di tempat khusus. Seperti halnya hewan-hewan di kebun binatang.”

Peringatan itu terasa relevan mengingat deforestasi terus terjadi di berbagai tempat di bumi. Bahkan di Amazon, hutan hujan tropis terluas di dunia, deforestasi mencapai rekor tiga kali lapangan bola setiap menitnya. Tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Tiket masuk ke stadion digratiskan untuk umum sampai ditutup pada akhir Oktober mendatang. Pohon-pohon akan dipindahtanamkan di ruang-ruang publik dekat stadion yang berfungsi sebagai “skulptur hutan hidup”.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan