Kemarau Panjang Pengaruhi Kenaikan Harga Bahan Pangan

Kemarau Panjang Pengaruhi Kenaikan Harga Bahan Pangan
(Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo, saat menyampaikan rilis inflasi bulan Agustus 2019 di Kota Malang kepada media. Image : Pomidor)

Pomidor.id – Kelompok bahan makanan kerap menjadi salah satu pemicu inflasi di kota Malang. Di bulan Agustus 2019, kenaikan harga bahan pangan yang banyak dipengaruhi oleh kemarau panjang menjadi penyebab Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,19 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Sunaryo, mengatakan, terjadinya kemarau panjang seperti sekarang ini berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas pangan yang rentan terhadap cuaca.

Muat Lebih

“Kemarau yang panjang kemungkinan akan bisa bedampak pada kenaikan harga kelompok bahan pangan. Akan tetapi kita harapkan bisa tetap stabil. Dalam artian batas kenaikan tersebut masih wajar,” ujarnya usai menyampaikan rilis BPS bulan Agustus 2019 di kantor BPS kota Malang, Senin (2/9/2019).

Baca Juga : BMKG Ingatkan Petani Fenomena El Nino Tahun Ini

Lebih lanjut disampaikan, dari data BPS, kelompok bahan makanan pada bulan Agustus 2019 mengalami inflasi 0,26 persen atau terjadi peningkatan angka indeks dari 147,97 pada bulan Juli 2019 menjadi 148,36 pada Agustus 2019. Dari 11 sub kelompok dalam kelompok bahan makanan, 7 sub kelompok mengalami inflasi, dan 4 sub kelompok mengalami deflasi.

“Komoditas yang dominan memberikan sumbangan Inflasi antara lain, cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, kacang panjang dan buah apel,” sebut Sunaryo.

Cabai rawit Mengalami kenaikan harga sebesar 46,35 persen dengan andil 0,1425 persen. Daging ayam ras mengalami kenaikan harga sebesar 3,80 persen dengan andil 0,0503 persen.

Baca Juga : Musim Kemarau Berpotensi Timbulkan Kenaikan Harga Beras

Untuk cabai merah, kacang panjang dan buah apel, mengalami kenaikan harga masing-masing sebesar 4,10 persen, 14,33 persen dan 5,43 persen dengan andil masing-masing sebesar 0,0199 persen, 0,0172 persen dan 0,0166 persen.

“Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi sehingga menahan laju inflasi antara lain, tomat sayur, bawang putih, bawang merah, tongkol pindang, dan kecambah atau tauge,” pungkasnya. (ANC)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan