Sambut Hari Jadi Kabupaten Malang, DTPHP Gelar Lomba Tester Kopi

Sambut Hari Jadi Kabupaten Malang, DTPHP Gelar Lomba Tester Kopi
(Lomba tester kopi untuk memperingati HUT Kabupaten Malang diikuti puluhan peserta dari beberapa wilayah. Selain Plt. Bupati Malang, HM Sanusi (tengah), lomba atau kontes ini juga dihadiri para investor yang ingin mengetahui cita rasa terbaik kopi Malang. Image : ist)
Pomidor.id – Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Malang ke-1259, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang menggelar lomba cupping/tester kopi. Lomba ini diikuti puluhan peserta dari sejumlah wilayah di Kabupaten Malang.

Lomba tester kopi ini digelar hari Sabtu (7/9) di halaman luar Stadion Kanjuruhan, Kepanjen. Lomba atau kontes mencicipi rasa kopi ini diikuti 22 kelompok tani dari empat kawasan pegunungan di wilayah Kabupaten Malang, yakni  Bromo, Semeru, Arjuno dan Kawi.

Barista (peracik sajian kopi untuk pelanggan) dari keempat kawasan tersebut saling unjuk kemampuan untuk menyajikan kopi terbaik. Tentunya dengan cita rasa khas kopi dari daerah masing-masing.

Saat membuka lomba tester kopi, Plt. Bupati Malang, HM Sanusi, mengatakan minum kopi sudah menjadi budaya yang lekat dengan masyarakat Indonesia, khususnya warga Malang.

Baca Juga : Kopi Nusantara Punya Potensi Besar Tapi Juga Banyak Tantangan

Sejumlah produk kopi asal Kabupaten Malang sudah memiliki nama, bahkan terkenal hingga ke manca negara. Karena itu ia berharap terus ditingkatkan kualitas serta cita rasa kopinya.

“Para petani harus banyak melakukan studi banding supaya bisa belajar dari daerah lain yang lebih maju,” tutur Plt. Bupati Sanusi.

Salah satu upaya Pemerintah Kabupaten untuk membantu promosi kopi adalah menyediakan display kopi dari seluruh wilayah produsen kopi. Display tersebut bisa dikunjungi di Café Shop yang berada di kompleks Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Baca Juga : Bisnis Kedai Kopi adalah Bisnis Cita Rasa

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Budiar Anwar, mengajak seluruh stakeholder untuk bekerja lebih keras lagi dalam mengenalkan kopi asli Malang.

Menurutnya, sebenarnya selain pasar dalam negeri, kopi asal Kabupaten Malang juga berpotensi mengisi ceruk di pasar ekspor.

“Jerman adalah salah satu negara Eropa yang sudah tak asing lagi dengan kopi dari sini. Demikian pula dengan beberapa kawasan Asia lainnya. Saat ini bahkan kita juga sudah mengekspor kopi organik ke Jepang,” tegas Budiar. (NOT)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan