Siswi MTsN 1 Malang Jadikan Ganyong dan Bayam Bahan Baku Beras Analog LOGAN

Siswi MTsN 1 Malang Jadikan Ganyong dan Bayam Bahan Baku Beras Analog LOGAN
(Dania Wijayanti dan Rizqina Faizana, dua siswi MTsN 1 Malang, membuat beras analol logan dari ganyong dan bayam. Image : Pomidor)
Pomidor.id – Tingkat konsumsi beras di Indonesia bisa dikatakan masih sangat tinggi, yakni mencapai 1.366 kg per kapita per tahun. Tingginya angka konsumsi beras tersebut dapat menyebabkan terjadinya berbagai macam masalah, diantaranya terganggunya ketahanan pangan nasional. Sementara di sisi lain, sumber daya alam di Indonesia banyak yang belum termanfaatkan dengam maksimal.

Berangkat dari permasalahan tersebut, dua siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Malang, Dania Wijayanti dan Rizqina Faizana, mencoba berinovasi menghadirkan beras analog dengan memanfaatkan sumber daya alam yang mudah didapatkan. Namun belum banyak dimanfaatkan secara maksimal, yakni tanaman ganyong dan bayam.

Dijelaskan Dania, dipilihnya dua tanaman tersebut karena memang kota Malang yang berada di ketinggian 460-667 mdpl sangat berpotensi untuk menjadi tempat budidaya ganyong dan bayam. Bahkan ganyong dan bayam banyak ditemukan tumbuh liar diperkebunan warga.

“Dari dua bahan dasar tanaman tersebut, akhirnya kami berinovasi untuk membuat Low Glycemic and High Nutrition Analog Rice (LOGAN RICE),” jelasnya.

Disampaikan Dania, mereka berdua sudah mulai melakukan penelitian beras analog Logan Rice sejak bulan Agustus 2018. Saat itu untuk mendapatkan informasi bahan-bahan tersebut mereka kerap membacanya dari jurnal dan melakukan penelitian sendiri di laboratorium.

Baca Juga : Cegah Beras Rusak Saat Penyimpanan, Mahasiswa UB Ciptakan S2Rice

Dari hasil berbagai pengujian, beras Logan Rice memiliki kadar air yang telah memenuhi standar SNI yakni 6,68 persen atau kurang dari 14 persen. Serta memiliki kandungan serat, protein, dan karbohidrat yang lebih tinggi dibandingkan beras sosoh atau beras yang umum beredar di pasaran.

“Beras Logan memiliki kandungan protein yang tinggi, 10,22 persen dan kandungan serat sebesar 1,71 persen,” sebutnya.

Beras Logan cocok sekali bagi penderita diabetes karena memiliki indeks glikemik yang rendah yaitu 39. Beras ini cocok juga bagi mereka yang sedang menjalankan program diet, tandasnya.

Lebih lanjut disampaikan Rizqina, untuk menyajikan beras Logan bisa menggunakan rice cooker dengan cara memasukkan memasukkan beras Logan (tanpa dicuci) ke dalam 600 ml air. Kemudian dimasak selama 10 menit.

“Atau bisa juga memakai cara tradisional yakni dengan merebus 400 gram beras Logan dengan 600 ml air selama kurang lebih 10 menit. Kemudian tiriskan pada wadah yang terpisah. Selanjutnya beras dikukus dengan 1 liter air selama 10 menit dan siap disajikan,” terangnya.

Beras Analog Logan
(Beras analog logan cocok bagi penderita diabetes karena kadar gulanya rendah. Image : Pomidor)

Baca Juga : Diversifikasi Pangan untuk Kurangi Ketergantungan pada Beras

Beras Logan memiliki aroma dan rasa yang sama seperti beras pada umumnya. Beras Logan dapat dikonsumsi secara langsung atau dapat juga dikombinasikan dengan susu, lauk pauk dan sayur.

“Ke depannya kami masih akan menyempurnakan bentuk fisik Logan Rice dan menjalin kerjasama dengan balai penelitian pengujian pangan,” tutur Rizqina.

Kedua siswi MTsN 1 Malang ini berharap beras analog Logan bisa turut mensukseskan program diversifikasi pangan yang digalakkan pemerintah. (ANC)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan