Terong GMO Sukses Turunkan Penggunaan Pestisida

Terong GMO Sukses Turunkan Penggunaan Pestisida
(Terong merupakan salah satu komoditas sayuran yang populer di Bangladesh. Image : Dok Cornell University)

Pomidor.id – Budidaya terong GMO (Genetically Modified Organism) atau terong yang telah direkayasa genetikanya, berhasil mengurangi secara signifikan penggunaan pestisida sehingga turut mendongkrak penghasilan petani di Bangladesh. Pestisida selama ini menjadi komponen utama biaya produksi yang membebani petani.

Rekayasa genetika pada Terong (Bt brinjal) dilakukan untuk membuatnya tahan serangan hama pengganggu tanaman. Pasalnya, terong yang ditanam secara konvensional adalah salah satu tanaman yang paling banyak disemprot pestisida di kawasan Asia Selatan. Bahkan selama musim tanam, petani bisa menyemprotnya hingga 84 kali untuk melindunginya dari serangan hama. Sekaligus mencegahnya dari kegagalan panen.

Kenyataan ini mendorong para ilmuwan di Bangladesh Agricultural Research Institute (BARI) mengembangkan varietas terong yang tahan serangan hama untuk mengurangi penggunaan insektisida.

Baca Juga : Serbuan Hama dan Penyakit Ancam Ketahanan Pangan Global

Penelitian tersebut didukung oleh US Agency for International Development (USAID), International Food Policy Research Institute (IFPRI) serta Cornell University. Hasil penelitian mendokumentasikan pengurangan 39 persen penggunaan pestisida dan secara signifikan mengurangi pula jumlah penyemprotan pestisida hingga 51 persen.

Tanaman Terong yang Rusak
(Serangan hama yang menjadi vektor bakteri atau virus dapat membawa kerugian besar bagi petani. Image : ist)

Selain resisten terhadap serangan hama pengerek pucuk (FSB), hama yang paling destruktif, terong GMO ini juga tahan dari serangan serangga merugikan lainnnya. Dari pengamatan, populasi kumbang pemakan daun, tungau dan kutu kebul menurun drastis di tanaman terong yang telah direkayasa genetikanya ketimbang terong varietas biasa.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan