Kementan Lepas 20 Ton Kopi Amstirdam Malang ke Australia

Kementan Lepas 20 Ton Kopi Amstirdam Malang ke Australia
(Kepala Barantan, Ali Jamil (tengah), saat melepas ekspor kopi Amstirdam ke Australia di Malang, Selasa (15/5). Image : Dok Kementan)
Pomidor.id – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian melepas ekspor perdana kopi Amstirdam Malang (Jawa Timur) ke Australia sebanyak 20 ton. Kopi berjenis robusta asal petani di Kabupaten Malang (kecamatan Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo dan Dampit) atau dikenal dengan Kopi Amstirdam ini sebelumnya telah menjadi langganan untuk 42 negara Asia dan Eropa.

“Alhamdulilah, satu lagi pasar kopi asal Jatim terbuka yaitu ke Australia. Kami berharap dengan ekspor ini ada tambahan margin keuntungan bagi petani karena produk ditujukan untuk pasar ekspor. Kita berbagi dengan petani agar bertambah kesejahteraan dan petani makin bersemangat menanam,” ujar  Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil saat melepas ekspor kopi Amstirdam Malang sekaligus penyerahan sertifikat kesehatan tumbuhan atau Phyosanitary Certificate (PC) sebagai persyaratan negara tujuan kepada ekspotir PT Asal Jaya di Malang, Jawa Timur, Selasa (15/10).

Ali Jamil menuturkan, Menteri Pertanian terus berupaya  mendorong eksportasi produk pertanian dengan menggagas program Agro Gemilang. Program yang ditujukan untuk membuka akses informasi dan layanan seluas-luasnya pelaku usaha agribisnis. Khususnya kaum muda yang baru memasuki bisnis ekspor produk pertanian.

Muat Lebih

Ia menambahkan, fasilitasi layanan ekspor berupa bimbingan teknis pemenuhan persyaratan Sanitary and Phytosanitary (SPS), Sinergisitas dengan para pemangku kepentingan baik pusat, daerah dan pelaku usaha. Badan Karantina Pertanian (Barantan) sudah menyiapkan aplikasi komoditas ekspor, i-MACE yang dapat diakses sebagai landasan kebijakan pembangunan pertanian berbasis ekspor.

“Program Ayo Galakkan Ekspor Komoditas Pertanian oleh Generasi Milenial Bangsa ini juga berupa terobosan layanan cepat proses bisnis karantina yakni berupa pemeriksaan di gudang pemilik, inline inspection dan layanan prioritas,” tuturnya.

Baca Juga : E-Cert Percepat Dokumen Ekspor dari 5 Hari Jadi 1 Menit

Sementara untuk perluasan akses pasar, melalui program agro gemilang ini Barantan melakukan terobosan layanan berupa sertifikat elektronik, e-Cert. Dengan layanan ini selain mempercepat proses di tempat pengeluaran juga menjadi jaminan bagi keberterimaan produk di negara tujuan.

“Program ini juga mengajak partisipasi masyarakat dengan kampanye publik #BeraniEkspor,” terang Ali Jamil.

Di Tempat yang sama, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi mengatakan data dari sistem automasi karantina pertanian IQFAST di wilayah kerjanya, eksportasi produk pertanian asal Jawa Timur menunjukan tren peningkatan. Tercatat nilai barang pada periode  1 September hingga 14 Oktober 2019 sebesar Rp. 3,75 triliun.

“Kami berharap dengan menggencarkan program Agro Gemilang dapat terus memacu pertumbuhan. Tidak saja volume, frekwensi dan ragam komoditas namun juga menumbuhkan eksportir muda. Jawa Timur miliki potensi sumber daya alam hayati yang besar. Jangan ragu, berani ekspor,” ujarnya.

Baca Juga : Sambut Hari Jadi Kabupaten Malang, DTPHP Gelar Lomba Tester Kopi

Pimpinan PT Asal Jaya, Haryanto selaku eksportir mengapresiasi layanan cepat karantina pertanian. Pasalnya benar-benar mendukung kemajuan bisnis sehingga pelaku usaha dapat terus melakukan aktivitas ekspornya.

“Layanan ‘jemput bola’ dari Karantina Pertanian Surabaya membuat proses bisnisnya lebih cepat 30 persen,” ujarnya.

Dalam pelepasan ekspor ini tidak hanya komoditas kopi. Tetapi juga dilepas 1 ton mangga harum manis ke Malaysia dengan senilai 360 juta rupiah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan