Politeknik Enjinering Pertanian Ditargetkan Jadi Universitas Berkelas Dunia

Politeknik Enjinering Pertanian Ditargetkan Jadi Universitas Berkelas Dunia
(Saat ini ada tiga program studi (prodi) yang diselenggarakan di Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia yang menempati lahan seluas 4 hektar di Serpong, Tangerang. Ketiga prodi tersebut adalah Teknologi Mekanisasi Pertanian, Tata Air Pertanian, dan Teknologi Hasil Pertanian. Image : ist)
Pomidor.id – Kementerian Pertanian (Kementan) bertekad menjadikan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) sebagai universitas berkelas dunia. Politeknik khusus pertanian ini juga diharapkan dapat mencetak tenaga terampil yang berkompeten di bidang mekanisasi pertanian dan dapat menggairahkan generasi muda untuk berkiprah di sektor pertanian dengan cara-cara yang modern.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan, Dedi Nursyamsi. Ia mengatakan, menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian, pihaknya bertekad mewujudkan PEPI sebagai universitas berkelas dunia.

“Dengan dibangun PEPI nantinya akan menjadi politeknik berkelas internasional membuktikan keseriusan Kementan untuk menyiapkan pelaku-pelaku pembangunan pertanian yang handal dan unggul dan mampu berdaya saing. Tak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah dunia,” ujar Dedi.

Dedi menuturkan pendirian Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) yang bersinergi dengan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian ini untuk memperkuat pendidikan serta pelatihan vokasi guna melahirkan sumber daya manusia terampil yang siap memasuki dunia kerja. Selain itu agar mampu menumbuhkan lebih banyak lagi wirausahawan muda.

“Dengan adanya Kampus PEPI ini juga untuk menumbuhkembangkan petani milenial untuk mensukseskan Program Pembangunan Pertanian Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045,” tuturnya.

Ada pun program Studi yang diselenggarakan di Kampus PEPI saat ini ada tiga. Yakni, Teknologi Mekanisasi Pertanian, Tata Air Pertanian, dan Teknologi Hasil Pertanian.

Pada tahun 2019 ini Road Map PEPI diarahkan pada Penetapan Organisasi, Penataan SDM dan SAPRAS, serta Penerimaan Mahasiswa Baru.

Tahun 2020 akan diterapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) untuk persiapan akreditasi. Selanjutnya pada tahun 2021 akan dilaksanakan magang mahasiswa di industri, dan sertifikasi kompetensi. Ditargetkan pada tahun 2022 dilakukan akreditasi institusi dan akreditasi program studi.

Baca Juga : Pembangunan Kampus PEPI untuk Percepat Transformasi Menuju Pertanian Modern

Sementara animo Mahasiswa Baru pada Tahun Akademik 2019/2020 cukup tinggi. Dari 539 orang pendaftar 72 orang resmi diterima menjadi calon mahasiswa PEPI yang terdiri dari 24 orang prodi Teknologi Mekanisasi Pertanian, 24 orang prodi Tata Air Pertanian, dan 24 orang Teknologi Hasil Pertanian.

Calon mahasiswa tersebut berasal dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Riau, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, DI Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat.

Masa Bimbingan Dasar (MABIDAMA) berlangsung mulai tanggal 23 September 2019 hingga 4 Oktober 2019. Sedangkan Perkuliahan Mahasiswa semester ganjil 2019/2020 akan dimulai pada tanggal 7 Oktober 2019.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan