Bangga dan PD-lah dengan Produk Sendiri

Bangga dengan produk sendiri

Pomidor.id – Ada yang menarik pada seminar tentang “Pemanfaatan MEA untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Pertanian dan Produk Olahannya” yang dibuka kemarin (Rabu, 21/2). Yakni salah satu narasumbernya adalah dari pelaku UMKM itu sendiri. Kristiawan, tergolong pengusaha sukses yang berangkat dari bisnis keripik buah skala kecil hingga kini menjadi eksportir produk makanan olahan tersebut ke manca negara.

Link Banner

Dengan bendera KAJAYE Food, produk kripik buah Kristiawan saat ini sudah melanglang buana ke Singapura, China, Jepang, sejumlah negara di kawasan Teluk, serta negara-negara Eropa. Permintaan pun terus meningkat karena produk kripik buah yang dilabeli “so kressh” ini dapat diterima pasar luar negeri.

Akan tetapi di luar soal teknis yang menunjang keberhasilan bisnis seperti pengolahan, pengemasan, standarisasi produk, inovasi, dll, ada yang sifatnya lebih psikis. Kebanggaan akan produk sendiri.

Itu pula yang disoroti Kristiawan saat menjadi narasumber seminar.

“Dari yang saya perhatikan sejak tadi, para pelaku UMKM di sini tidak ada yang memajang produknya di depan meja. Sampeyan-sampeyan ini malah menaruhnya di bawah meja. Kok jadinya kelihatan kayak nggak bangga dengan produk sendiri,” cetus Kristiawan yang disambut gelak tawa peserta serta pembicara yang lain.

“Kalau yang punya barang tidak PD (percaya diri) dengan barangnya sendiri, bagaimana mau meyakinkan orang lain untuk mengenal kemudian membeli produknya,” lanjutnya.

Baca Juga : Semangat Susi Berhembus Hingga ke Gunung Buring

so kressh
(Beberapa contoh produk kripik buah “so kressh” yang sangat dibanggakan Kristiawan.)

Pengusaha yang sudah lebih dari lima belas tahun menggeluti bisnis makanan olahan kripik buah ini mengatakan, ketika menghadiri acara apa pun yang bisa berdampak pada pengembangan usahanya, ia selalu membawa sample product. Seperti yang ia lakukan saat tiba-tiba diminta menjadi pembicara di seminar hari Rabu (21/2). Ia pun tak segan-segan menaruh kardus kecil berisi barang produksinya di depan meja. Tak peduli walau itu harus bercampur dengan gelas atau botol minuman yang disajikan untuk pembicara yang lain.

“Jangan malu atau sungkan. Dengan begini, minimal akan memancing keingintahuan orang terhadap produk yang kita buat. Selain itu, hal ini juga menunjukkan kalau Sampeyan-sampeyan menghargai hasil jerih payah sendiri,” tegasnya.

Kristiawan menambahkan, kebanggaan terhadap produksi buatan sendiri harus tertanam kuat di benak para pelaku UMKM. Memang itu tidak menjamin seratus persen karena masih banyak faktor lain yang mempengaruhi sukses tidaknya sebuah usaha. Namun setidak-tidaknya, bangga dan PD dengan produk sendiri akan menjadi energi ekstra bagi seorang pebisnis untuk meraih keberhasilan.

2 Comments

  1. Asyik lihat kegiatan umkm, smg produk kita bisa menjadi produk yg bisa diunggulkan dan dibanggakan, dan bisa meraih pasar yg lbh besar lg..colek donk klo ada giat umkm
    Biar bisa tambah network

    • Untuk meraih pasar yang lebih besar butuh kerja ekstra keras. Tapi tak kalah pentingnya bagi pelaku UMKM adalah rasa senang/nikmat mengerjakan usahanya.
      Oke, web ini berusaha keras mengangkat pelaku2 usaha kecil dan menengah. Kalau ada info, monggo dishare. Terima kasih.

Leave a Reply