Disperindag Jatim Gelar Seleksi UKM/IKM Terbaik

Pomidor.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur menggelar seleksi UKM/IKM terbaik  untuk mewakili propinsi di berbagai ajang pameran baik di tingkat nasional maupun internasional. Seleksi yang diikuti ratusan UKM/IKM di Jatim tersebut, berlangsung selama dua hari di Gedung Graha Wisata, Surabaya.

Hari Senin hingga Selasa (29-30/1), aneka kerajinan tangan dan industri rumahan dari 38 kota/kabupaten di Jatim, menjejali Gedung Graha Wisata milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur di Surabaya.

peserta menyiapkan produknya
(Peserta seleksi UKM/IKM terbaik tengah sibuk menata produknya sebelum dinilai oleh tim independen.)

Kehadiran pelaku usaha kecil dan menengah ini adalah untuk mengikuti seleksi yang dilakukan Disperindag Jatim. Seleksi tersebut dilakukan agar para pelaku usaha kelas industri rumahan ini terus melakukan inovasi dan perbaikan produk-produknya. Selain itu, pemenang hasil seleksi akan difasilitasi Disperindag Jatim untuk turut serta dalam aneka pameran di tingkat nasional maupun internasional.

Ada pun kriteria seleksi yang dilakukan oleh tim independen antara lain meliputi kemasan produk, kreativitas, potensi pengembangan, aspek kewirausahaan, dlsb. Peserta seleksi lebih dari 500 pelaku usaha kecil dan menengah, mulai dari produsen makanan olahan, pakaian hingga kerajinan seni. Karena jumlahnya cukup banyak, seleksi dilakukan dalam beberapa gelombang selama dua hari.

Nur Hasyim, salah seorang pelaku UKM/IKM dari Bangkalan, Madura, mengatakan mendapat informasi mengenai seleksi ini dari SMS yang dikirim oleh Disperindag Jatim.

“Ya, saya tahunya dari SMS kemarin lusa. Saya ikut (seleksi) di sini untuk kerajinan batik tulis Madura yang sudah lama saya tekuni,” tutur Nur Hasyim yang berangkat sendiri dari Bangkalan ke Surabaya naik motor.

gatot perajin panah
(Gatot, perajin asal Wagir, Kabupaten Malang, memamerkan panah tradisional buatannya.)

Baca Juga : Kopi Mazedo, Kopi Herbal untuk Kesehatan

Sementara Diana, peserta asal Malang, adalah pelaku industri rumahan yang memproduksi minuman dan manisan herbal tanpa bahan pengawet. Ia mengaku tujuannya ke Surabaya tidak semata-mata ikut seleksi. Namun juga memperluas jaringan dengan para pelaku usaha kecil lainnya di Jawa Timur.

“Nambah teman. Kita banyak bertukar nomor kontak dengan mereka. Suatu saat nanti mungkin saja bisa terjalin hubungan yang saling menguntungkan,” demikian ujar Diana yang tinggal Sukun, Kota Malang.

Sayangnya, nyaris seluruh peserta tak ada yang mengetahui kapan hasil seleksi akan diumumkan. Pihak Disperindag Jatim hanya menjelaskan akan mengabari pemenang seleksi melalui telpon atau SMS/WA.

Leave a Reply

%d bloggers like this: