Jamur Kian Populer Sebagai Pengganti Daging

Jamur sebagai pengganti daging

Pomidor.id – Bagi kalangan vegetarian, jamur sudah lama menjadi alternatif makanan pengganti daging. Selain kandungan nutrisinya yang cukup lengkap, pilihan untuk mengkonsumsi jamur juga dikarenakan sifat fungsionalnya yang mengenyangkan. Sebuah studi yang dilakukan di bulan Oktober 2017, bahkan memprediksi jamur bakal memuncaki daftar tren makanan sehat dan rendah lemak tahun ini.

Link Banner

Koordinator penelitian gizi Mushroom Council, Mary Jo Feeney, mengatakan jamur semakin menunjukkan kecenderungan menjadi makanan bernutrisi pengganti daging.

“Studi yang belum lama kami lakukan memperkuat bukti bahwa jamur dapat membantu mengontrol berat badan karena memiliki sifat mengenyangkan. Dengan demikian mengkonsumsi jamur berkontribusi positif terhadap kesehatan secara keseluruhan,” terang Feeney.

“Konsumen umumnya tertarik pada pilihan makanan yang kaya protein selain daging. Karena itu sumber protein nabati seperti jamur menjadi alternatif yang kian dicari konsumen,” lanjutnya.

Pernyataan Feeney ini merujuk pada data Departemen Pertanian AS (USDA). Dibandingkan tahun 1960-an yang hanya mengkonsumsi rata-rata seperempat pon (sekitar 1,15 ons), tahun lalu konsumsi jamur warga AS melesat menjadi 3 kg. Lonjakan kenaikan konsumsi jamur ini diyakini terjadi di banyak negara.

Tentu saja secara keseluruhan yang paling diuntungkan dari peningkatan konsumsi jamur adalah para pembudidaya dan industri yang berkaitan dengannya.

makanan berbahan jamur
(Makanan berbahan dasar jamur kian populer. Tahun ini diprediksi permintaan pasar jamur dunia akan meningkat signifikan.)

“Para petani (pembudidaya) jamur tak hanya berperan besar dalam mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan. Secara bisnis, produksi jamur juga menunjukkan perkembangan ke arah yang menggembirakan,” kata Bart Minor, Presiden dan CEO Mushroom Council, yang merupakan perwakilan AS dalam industri jamur segar.

Ucapan Bart Minor tidaklah mengada-ada. Pasalnya, industri peternakan merupakan salah satu industri penyumbang emisi gas rumah kaca (18%) terbesar di dunia. Sementara industri jamur relatif jauh lebih ramah lingkungan karena sumber daya yang dibutuhkan tidak “serakus” industri hewan ternak.

Baca Juga : Pasar Jamur Obat Terus Tumbuh di Tahun 2018

Menurut Mushroom Council, nilai penjualan jamur meningkat empat persen tahun lalu. Aneka resep masakan berbahan jamur serta semakin banyaknya restoran yang menawarkan menu khusus jamur, turut menyumbang secara signifikan terhadap kenaikan permintaan jamur. Begitu pula di tahun 2018 ini. Konsumsi jamur diperkirakan akan terus meningkat dan menjadikannya makanan populer pengganti daging.

Be the first to comment

Leave a Reply