Sukses Restorasi Hutan di Korsel Dapat Diadopsi Indonesia

Pomidor.id – Saat ini, dunia mengakui bahwa Korea Selatan (Korsel) merupakan salah satu negara yang sukses melakukan restorasi hutan di kawasannya. Sejak tahun 1962 sampai sekarang, negara ginseng itu telah berhasil menanam sebanyak 12 milyar tanaman pada area yang terdegradasi seluas 2.1 juta ha. Keberhasilan ini tak lepas dari sosok presiden korsel, Mr. Park Chung Hee. Ia merupakan pelopor proses reforestasi hutan di Korsel.

Hal ini diungkapkan oleh Ph.D Yun Cheon Weon, Profesor Departemen Sumber Daya Hutan pada Universitas Nasional Kongju, Korsel saat berkunjung dan berbagi pengalaman di Kantor Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) Solo, Selasa (23/01).

“Presiden Chung Hee merupakan presiden yang agak memaksa. Ia memaksakan setiap tanggal 5 April yang ditetapkan sebagai hari tanam nasional, murid bersama orang tua serta guru harus pergi ke gunung untuk menanam. Bahkan ia tidak segan untuk turun langsung,” kata Yun.

“Kesuksesan reforestasi atau restorasi hutan di Korsel juga didorong adanya masyarakat mandiri serta kerjasama dalam masyarakat tersebut,” tambah Yun.

Baca Juga : Masyarakat Desa Dihimbau Turut Menjaga Lingkungan Sekitar

kunjungan korsel ke balitek DAS
(Kunjungan Yun Cheon Weon, profesor sumber daya hutan Korsel ke kantor Balitek DAS Solo.)

Yun menyatakan bahwa partisipasi dan kerjasama masyarakat korsel tidak terlepas adanya keberhasilan Program Saemaul Undong atau gerakan membangun desa di Korsel, satu program yang dicetuskan oleh Presiden Chung Hee.

“Program ini juga telah mengangkat perekonomian di Korsel. Pendapatan perkapita di Korea pada tahun 1953 sebesar USD 67, sekarang atau tahun 2017 menjadi USD 29. 730,”tegas Yun.

Yun menjelaskan bahwa Program Saemaul Undong merupakan program yang direncanakan dan dilaksanakan oleh penduduk desa dengan kemampuan sumber daya yang tersedia. Salah bentuk program ini adalah peningkatan pendapatan penduduk melalui penanaman tanaman yang cepat memberikan keuntungan.

Lebih lanjut, Yun menjelaskan bahwa program-program yang dicanangkan Presiden Chung Heen sampai saat ini masih berlangsung, meskipun ia sudah tiada. Bahkan program-program tersebut telah banyak ditiru oleh negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

“Saya percaya bahwa Indonesia akan lebih sukses. Sumber daya alam di Korsel lebih terbatas serta pertumbuhan tanamannya juga lebih lambat dibandingkan Indonesia,” tutupnya.

Baca Juga : Korsel Bantu Teknologi Pertanian di Negara Berkembang

Pada kesempatan tersebut, Yun juga menyatakan siap untuk menjalin kerjasama dengan Balitek DAS. Bahkan, ia juga menyarankan Balitek DAS menjalin kerjasama dengan Pemerintah Korsel di bidang DAS. Sebab di Korsel, divisi DAS dan kehutanan merupakan dua divisi yang berbeda.

Pada akhir acara, Yun yang membawa lima anak didiknya memberikan kenang-kenangan berupa teh gingseng kepada Pegawai Balitek DAS. Sedangkan Balitek DAS memberikan kenang-kenangan berupa beberapa publikasi hasil riset Balitek DAS.

Sumber : Balitek DAS Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Leave a Reply

%d bloggers like this: