40% Lahan Pertanian Produktif di Irak Hancur Akibat Perang

40% lahan pertanian produktif di Irak hancur akibat perang

Pomidor.id – Dalam sebuah pernyataan resminya di Konferensi Internasional untuk Rekonstruksi Irak yang dihelat di Kuwait pekan ini, Badan Urusan Pangan dan Pertanian PBB (FAO), mengatakan bahwa sekitar 40 persen lahan pertanian produktif di Irak hancur akibat perang selama beberapa tahun dengan ISIS. Padahal ada 12 juta warga di negarai 1001 malam tersebut, hampir sepertiga populasi penduduknya, yang tinggal di daerah pedesaan dan menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.

Link Banner

“Memulihkan banyak lahan pertanian produktif di Irak yang rusak parah setelah sempat dikuasai ISIS, adalah yang terpenting dilakukan saat ini. Apalagi lahan-lahan tersebut mencakup wilayah yang sangat luas dan berperan mengembalikan kemakmuran Irak dalam jangka panjang,” lanjut pernyataan FAO.

Kekejaman perang dalam beberapa tahun terakhir, memaksa para petani di bagian utara dan barat laut Irak untuk mengungsi. Mereka terpaksa meninggalkan ladang-ladang mereka yang dibiarkan hancur atau gagal panen.

Baca Juga : PBB Bekali Keterampilan Bertani untuk Para Pengungsi Suriah

FAO menyoroti banyaknya infrastruktur yang rusak seperti pasokan air minum dan produksi pertanian. Tak hanya itu, peralatan pertanian, benih, tanaman pangan, simpanan panen dan ternak, juga lenyap dijarah.

Minimnya curah hujan musim tanam ini semakin memperparah kondisi sektor pertanian di negeri 1001 malam itu. Menteri Pertanian Irak bahkan memprediksi kehilangan hingga 30 persen tanaman gandum dan tanaman pokok lainnya akibat kekeringan.

Untuk mendorong percepatan pemulihan keadaan, dalam penyataannya FAO telah menyiapkan sebuah program berskala besar untuk membantu merehabilitasi sistem irigasi dan layanan veteriner untuk 1,6 juta penduduk yang tinggal di wilayah tersebut pada tahun 2018 ini.

Sumber : Middle East Monitor

Be the first to comment

Leave a Reply