Lomba Lingkungan untuk Tingkatkan Kepedulian Warga

lomba lingkungan antar RT Kabupaten Malang
(Untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-72, Pemerintah Kabupaten Malang menggelar lomba kebersihan lingkungan antar RT. Lomba tersebut dimaksudkan agar warga lebih peduli pada lingkungan sekitar. Foto : Inot/Pomidor)

Pomidor – Masih dalam semangat merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-72, Pemerintah Kabupaten Malang mengadakan lomba lingkungan dan kebersihan antar RT/RW di seluruh Kabupaten Malang. Dalam lomba yang diadakan di Kecamatan Pakis, Mangliawan, di wilayah Kapi Sraba RW 16 hari Minggu (27/8) tersebut, RT 08 keluar sebagai juara pertama.

RT 08 dinyatakan sebagai juara karena memenuhi nilai tertinggi dari semua kriteria yang dilombakan. Beberapa kriteria lomba lingkungan tersebut adalah kebersihan, keindahan, penataan sampah organik dan anorganik, serta kekompakan warga menjaga lingkungan di sekitar mereka tetap bersih dan nyaman.

Link Banner

Sementara RT-RT lainnya, meski ada kriteria yang mendapat nilai tinggi, namun yang nilainya jeblok. Misalnya, soal pengolahan sampah yang masih campur baur antara sampah basah dan sampah kering.

Menurut salah satu tim penilai dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Budi Susilo, RT 08 Kapi Sraba, Kelurahan Mangliawan, Kecamatan Pakis, diharapkan menjadi contoh bagi RT-RT lain. Khususnya dalam pengelolaan sampah. Karena sampah merupakan masalah krusial yang membutuhkan partisipasi warga untuk mengatasinya. Akan berat bagi pemerintah daerah jika warga apatis dan membebankan semua persoalan sampah kepada Pemerintah Kabupaten Malang.

“Jika tiap-tiap warga mulai memilah sampah basah dan sampah kering dari dapur masing-masing, seperti yang dilakukan oleh RT 08 ini, maka akan memudahkan tugas Pemerintah Kabupaten dalam mengelola sampah,” kata Budi Susilo.

“Bahkan sampah sebenarnya memiliki nilai ekonomis, baik itu sampah basah maupun sampah kering. Sampah basah bisa dijadikan kompos, sementara sampah kering dapat disetorkan ke bank sampah. Dua-duanya akan jadi duit kalau warga mau memanfaatkannya. Kompos yang sudah jadi jika dikemas rapi, bisa dijual. Sedang sampah kering berupa plastik, kertas koran, atau kardus, juga ada nilai rupiahnya setelah disetor ke bank sampah,” tambah Budi Susilo.

Selain masalah sampah, tim penilai lomba lingkungan juga menyoroti keberadaan tanaman toga di lingkungan warga. Salah seorang anggota tim penilai dari Dinas Pertanian menyarankan warga agar memaksimalkan lahan-lahan kosong di seputarnya untuk memperbanyak tanaman toga dan sayur-sayuran. Entah itu di kaleng bekas, polybag, atau di pot. Tak hanya mempercantik lingkungan lingkungan sekitar, tapi tanaman-tanaman itu juga bisa dimanfaatkan untuk konsumsi warga. Lebih baik lagi jika tanaman-tanaman itu dibudidayakan secara organik.

Baca juga :

Kampanye Gelar Makan Ikan di SMPN 20 Kota Malang

Pelatihan Sembelih Kurban bagi Pengurus Masjid Kota Malang

Dalam lomba tersebut, RT 08 sebagai juara pertama mendapat tropfi dan Rp 500 ribu, RT 05 sebagai juara kedua memperoleh Rp 400 ribu, sedangkan juara ketiga yang direbut RT 07, mendapat Rp 300 ribu.

Ketua RT 08, Moh. Saiful Arif, mengatakan secara nominal memang tidak banyak. Namun uang hadiah tersebut ibarat penghargaan atas jerih payah warga selama ini.

“Kami berharap tidak sebatas ada lomba saja warga bekerja keras mempercantik lingkungannya. Tapi juga seterusnya. Kan warga sendiri juga yang menikmati jika lingkungannya bersih, rapi dan nyaman untuk ditinggali,” ujar Saiful Arif. (inot)

Be the first to comment

Leave a Reply