Air Minum Kemasan Bermerk Terkontaminasi Partikel Plastik

air minum kemasan mengandung partikel plastik
(Air minum kemasan yang mungkin sering kita konsumsi ternyata sebagian besar terkontaminasi partikel plastik berukuran mikro. Meski tidak secara signifikan berimplikasi langsung, namun mengkonsumsinya dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan. Foto : newatlas.com)

Pomidor.id – Setelah dihebohkan dengan penyebaran Bakteri Listeria pada melon asal Australia, pekan ini dunia kembali resah dengan diungkapkannya temuan partikel plastik pada air minum kemasan. Yang bikin tambah deg-degan, adanya kontaminasi partikel plastik itu bukan pada produsen air kemasan abal-abal, lho. Tapi justru pada pabrikan bermerk yang mungkin produknya sering kita konsumsi.

Link Banner

Temuan kontaminasi partikel plastik pada sejumlah air minum kemasan bermerk, pertama kali diunggah oleh Orb Media, organisasi jurnalis nirlaba yang bermarkas di Amerika Serikat.

Orb Media mengungkapkan, tim peneliti dari Universitas Negeri New York di Fredonia yang dipimpin oleh Sherri Mason, mendapati adanya partikel plastik di air minuman kemasan yang diproduksi oelh beberapa perusahaan ternama seperti Aqua, Aquafina, Dasani, Evian, Nestle Pure Life dan San Pellegrino. Tak main-main, 93 persen sampel produk yang diteliti positif mengandung plastik berukuran mikro.

Yang mengejutkan, Indonesia termasuk salah satu negara yang peredaran air minum kemasannya disinyalir terdapat partikel plastik. Selain Indonesia, delapan negara lainnya adalah China, India, Brazil, Meksiko, Kenya, Lebanon, Thailand dan Amerika Serikat.

Unsur plastik mikro yang ditemukan tersebut di antaranya adalah polypropy-lene, nilon dan polyethylene terephthalate (PET) yang biasanya digunakan untuk membuat tutup botol.

“Kontaminasi (plastik) itu terjadi ketika dilakukan proses pembotolan air minum kemasan. Sebagian besar plastik yang kita temukan berasal dari botol dan tutupnya. Jadi itu sebenarnya berawal dari proses pengemasan, bukan airnya,” ujar Sherri Mason.

tutup botol plastik
(Selain botol, tutupnya juga menjadi penyebab terjadinya kontaminasi partikel mikroplastik pada air minum kemasan. Biasanya ini terjadi ketika dilakukan proses pembotolan air. Foto : pinterest.com)

Mason menambahkan, 65 persen partikel plastik yang ditemukan berupa serpihan-serpihan mikro, bukan serat. Namun konsentrasinya dalam satu botol bisa berkisar antara nol sampai lebih dari 10 ribu partikel.

Baca Juga : Ilmuwan Rusia Ciptakan Bahan Alami Pengganti Plastik

Sejauh ini, para pakar kesehatan sendiri belum dapat memastikan seberapa besar tingkat resikonya terhadap kesehatan manusia.

“Bisa saja ada kaitannya dengan peningkatan jenis kanker tertentu hingga berdampak pada menurunnya jumlah sperma serta meningkatnya potensi ADHD atau autisme,” jelas Mason.

Walau pun demikian, peneliti meyakini bahwa penyakit-penyakit tersebut ada hubungannya dengan bahan kimia sintetis yang masuk ke dalam tubuh. Apalagi penyebaran kemasan plastik untuk makanan nyaris tidak dapat dibendung, termasuk dalam produksi air minum kemasan.

Sebelumnya, Orb Media juga meneliti kandungan partikel plastik pada air keran. Meski juga ada, namun jumlahnya teramat kecil.

“Air keran (ledeng) umumnya lebih aman daripada air kemasan,” ungkap Mason.

Penelitian terhadap air keran tersebut dilakukan selama tiga bulan. Metode yang digunakan adalah metode yang dikembangkan oleh Jurusan Kimia Universitas East Anglia di Inggris. Metode ini dapat “melihat” partikel mikroplastik dengan cara memberikan zat pewarna Nile Red neon, yang membuat plastik memantulkan cahaya fluoresen saat diiridiasi dengan cahaya biru.

Ketika diujicobakan pada air keran di banyak tempat, hasilnya adalah sebagian besar air keran tersebut ternyata terkontaminasi partikel mikroplastik. Hanya saja jumlah partikel plastiknya tidak terlalu signifikan.

Baca Juga : Homo Sapiens Sebabkan Limbah Plastik Seluas Argentina

Botol Plastik Mencemari Lingkungan

sampah plastik di sungai
(Sampah plastik yang sebagian besar adalah botol-botol bekas air minum menyumbat sungai. Ketika sampai ke laut, botol-botol ini akan mencemari dan mengkontaminasi hewan-hewan laut yang kita konsumsi. Ini sama saja artinya dengan botol plastik yang telah kita buang pada akhirnya akan kembali ke kita dalam bentuk makanan. Foto : pinterest.com)

Meski tidak terlibat dalam penelitian tersebut, Jacqueline Savits, pimpinan North America di Oceana, sebuah kelompok advokasi kelautan, mengatakan hasil penelitian itu sudah bisa diduga. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa masyarakat harus mulai meninggalkan kebiasaan mengkonsumsi air minum kemasan dalam botol. Apalagi dampak yang ditimbulkannya terhadap lingkungan sangatlah besar.

“Kita tahu jika banyak hewan laut yang sudah terpapar sampah plastik. Ini artinya banyak di antara kita yang juga sudah dan sedang terpapar, setiap hari. Gerakan untuk meniadakan botol plastik saat ini jauh lebih mendesak ketimbang sebelumnya,” tegas Savitz.

Sumber : Orb Media

1 Comment

  1. Harusnya ttg air minum yg tercemar, pihak produsen jg menjlskan ke masy apa sj kandungannya selain air. Sy hampir tiap hari kl kerja sll sangu air minum kemasan. Jd ngeri2 gmn gitu dg berita ini

Leave a Reply