Pasar Jamur Obat Terus Tumbuh di Tahun 2018

Pomidor.id – Makanan untuk kesehatan berkembang pesat beberapa tahun belakangan ini karena konsumen kian peduli terhadap makanan yang menyehatkan. Pun demikian dengan jamur. Tahun lalu, aneka jenis jamur yang mengandung khasiat pengobatan banyak diperjualbelikan dalam bentuk ekstrak yang mudah dikonsumsi, seperti dalam campuran kopi atau teh. Whole Foods, sebuah jaringan toko online makanan, memperediksi jamur obat sebagai tren makanan paling dicari di tahun 2018 ini.

Jamur obat adalah jenis jamur yang diklaim memiliki khasiat menyembuhkan. Beberapa spesies jamur yang sudah digunakan untuk tujuan pengobatan selama ratusan tahun, terutama di Asia, adalah Lentinula (jamur pohon), Grifola Frondosa (jamur raksasa), Ganoderma Lucidum (jamur merah atau jamur kayu), serta Cordyceps (jamur kepala).

lentinula atau jamur pohon
(Lentinula atau juga dikenal sebagai jamur shiitake adalah jamur pangan asal Asia Timur. Dalam bahasa Jepang, shiitake berarti jamur dari pohon shii. Batang pohon yang sudah lapuk menjadi tempat tumbuh jamur ini sehingga disebut pula jamur pohon.)
Grifola Frondosa atau jamur raksasa
(Grifola Frondosa, adalah jamur raksasa yang disebut sebagai “Raja Jamur”. Di Jepang namanya maitake yang secara harafiah artinya “Dancing Mushroom”. Sedangkan di Amerika disebut “Hens of the Wood” atau ayam betina yang berasal dari kayu.)

Jamur-jamur ini sudah lama dimanfaatkan di seluruh dunia untuk alternatif pengobatan terhadap berbagai penyakit sekaligus mendukung sistem kekebalan tubuh. Dari berbagai penelitian yang dilakukan, jamur-jamur ini memiliki khasiat melindungi hati, mengobati kanker dan peradangan. Ekstrak jamur obat umumnya digunakan dalam bentuk suplemen tambahan untuk makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari.

Baca Juga : Termitomyces, Jamur Edibel Terbesar di Dunia

Meningkatnya kesadaran konsumen akan kesehatan menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar untuk jamur obat. Di pasar internasional, nilai perdagangan jamur untuk pengobatan ini diperkirakan akan mencapai lebih dari US$ 50 miliar pada tahun 2023.

Tahun lalu, produksi ekstrak jamur obat semakin banyak ditemui digunakan sebagai campuran bahan kopi, teh, minuman buah, kaldu dan beberapa produk perawatan tubuh seperti sabun dan sampo. Menurut laporan Fast Company, penjualan produk makanan yang mengandung jamur obat setiap tahunnya meningkat hingga 800 persen.

Ganoderma Lucidum atau jamur merah
(Ganoderma Lucidum atau jamur ling zhi (jamur merah), memiliki rasa pedas, pahit dan hangat. Mengkonsumsi jamur ini dipercaya dapat menyembuhkan diabetes, hipertensi, hepatitis serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.)
Cordyceps atau jamur kepala
(Cordyceps atau jamur kepala bersifat parasit terutama pada serangga dan antropoda lainnya. Tampak dalam gambar jamur ini menjadikan seekor laba-laba sebagai inangnya. Beberapa spesies cordyceps dianggap menjadi jamur obat di pengobatan tradisional Tiongkok dan Tibet.)

Di antara sekian banyak produsen jamur untuk pengobatan salah satunya yang paling terkenal adalah Lifehouse Tonics. Perusahaan ini menawarkan produk minuman dengan jamur sebagai bahan baku utamanya. Sementara Four Sigmatic, produsen lainnya asal Finlandia, juga menjual jamur obat yang diolah dengan kopi, teh dan beberapa suplemen makanan lainnya.

Bukti Sahih Secara Ilmiah Masih Dibutuhkan

Tak sedikit situs kesehatan yang mempromosikan manfaat jamur yang bersifat anti virus, anti bakteri, anti radang, dlsb. Jamur juga dianggap membantu sistem kekebalan tubuh, mengendalikan kolesterol, menghambat sel kanker dan memperbaiki fungsi paru-paru.

Namun klaim-klaim tersebut ditanggapi beragam oleh kalangan ilmuwan, khususnya pakar kesehatan. Pasalnya, meski ada sejumlah bukti ilmiah, khasiat cespleng jamur untuk mengobati berbagai penyakit tidak bisa digeneralisir. Masih perlu banyak lagi percobaan dan penelitian untuk membuktikannya lebih jauh.

ekstrak jamur obat
(Salah satu contoh produksi ekstrak jamur untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.)

Nicholas P. Money, seorang profesor botani di Universitas Miami, bahkan mewanti-wanti agar tak begitu saja percaya jamur bisa menyembuhkan segala macam penyakit.

“Kita harus hati-hati menyikapi sifat jamur obat yang tampaknya ajaib. Baik itu ling zhi, surai singa, ekor kalkun, chaga, dan jamur-jamur lainnya,” tegasnya.

Profesor Money menambahkan, dibutuhkan lebih banyak uji klinis untuk membuktikan bahwa sifat farmakologis jamur dapat membantu mencegah atau mengobati penyakit.

Baca Juga : Jamur Morel, Jamur Termahal di Dunia Milik Indonesia

Kendati demikian, pasar jamur obat diperkirakan tetap terus tumbuh. Isokauppila, pemilik Four Sigmatic, mengatakan industri jamur untuk pengobatan saat ini masih dalam tahap-tahap awal. Alias masih sangat terbuka peluang pasarnya untuk berkembang.

“Secara global ada perubahan besar. Pasar jamur obat terus meningkat pesat. Apa yang terlihat sekarang baru di permukaannya saja,” ujar Isokauppila.

Terlepas dari itu, pengusaha di industri ini meyakini bahwa pendidikan merupakan faktor kunci. Jack Latner, pendiri Lifehouse Tonic, menegaskan bahwa bisnis yang menawarkan produk jamur untuk pengobatan harus berperan mengedukasi konsumen. Mereka harus mampu menjelaskan mengapa ada klaim manfaat kesehatan serta bagaimana cara terbaik untuk mengkonsumsi produk mereka.

Leave a Reply

%d bloggers like this: