Pemanasan Global Bakal Picu Gelombang Pengungsi

Pomidor.id – Para pengungsi, khususnya yang mencari suaka ke Eropa, besar kemungkinan akan terus meningkat secara drastis. Tak hanya disebabkan oleh perang, gelombang pengungsi besar-besaran ini juga diakibatkan oleh perubahan iklim yang melanda sebagian wilayah bumi. Pemanasan global disinyalir membuat wilayah-wilayah asal para pengungsi tersebut menjadi kian sulit untuk ditinggali.

Dalam publikasi di Journal Science, para peneliti dari Universitas Columbia, New York, AS, mengungkapkan skenario terburuk dari perubahan iklim akan mendorong peningkatan gelombang pengungsi ke negara-negara Eropa pada tahun 2100. Peningkatan itu bisa mencapai tiga kali lipat dibanding arus imigran saat ini.

Selain faktor perang, banyak orang meninggalkan negara asalnya karena perubahan lingkungan seperti kekeringan. Perubahan lingkungan ini sering kali diperburuk oleh pemanasan global.

“Eropa saat ini saja sudah dipusingkan dengan jutaan pengungsi yang antri masuk ke negara-negara anggotanya,” ujar Profesor Wolfram Schlenker, ekonom di Universitas Columbia sekaligus penulis utama dalam penelitian tersebut.

Profesor Schlenker menekankan, efek perubahan iklim cenderung dirasakan di negara-negara miskin yang berada di wilayah yang lebih panas. Namun secara tidak langsung Eropa juga akan kena getahnya. Pasalnya, para pengungsi dari negara-negara itu akan membanjiri Eropa untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Berita Terkait : Puluhan Ribu Petani India Bunuh Diri Akibat Perubahan Iklim

Penelitian yang dilakukan Profesor Schlenker dan koleganya, Anouch Missirian, secara khusus menyoroti sejumlah negara yang kondisinya kurang memungkinkan untuk menanam tanaman, adalah yang paling potensial menjadi negara asal pengungsi. Dengan kata lain, para pencari suaka kebanyakan berasal dari negara-negara yang memiliki iklim sangat panas.

Para peneliti menggunakan data beberapa tahun terakhir mengenai perbedaan iklim di seluruh dunia serta ragam alasan para pengungsi mencari suaka di Eropa. Dari data-data ini dapat diperkirakan dampak perubahan iklim di masa mendatang akan memicu lebih banyak lagi gelombang pengungsi ke benua biru tersebut.

Yang diteliti pun tak tanggung-tanggung, yakni 103 negara yang merentang dari Bangladesh hingga Eritrea. Antara tahun 2000 sampai 2014, rata-rata pertahun ada 351 ribu pemohon aplikasi suaka yang sebagian besar berasal dari negara-negara miskin dan beriklim panas.

Leave a Reply

%d bloggers like this: