Semangat Susi Berhembus Hingga ke Gunung Buring

Pomidor – Susi Pujiastuti, siapa yang tak kenal? Asal melek huruf atau paling tidak sesekali mengikuti perkembangan informasi, pasti pernah mendengar nama ini. Kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan selama tiga tahun terakhir di Indonesia itu memang menjadi inspirasi banyak orang. Bukan dalam hal tato atau gayanya yang slenge’an. Namun sepak terjangnya membenahi dunia perikanan di negeri inilah yang menularkan semangat Susi pada sebagian kalangan untuk menekuni bisnis di bidang tersebut.

Sinta Salsabila adalah salah satu anak muda yang banyak terinspirasi oleh Menteri KKP tersebut. Semangat Susi Pujiastuti untuk memasyarakatkan kebiasaan gemar makan ikan seolah menjadi energi yang membuatnya tak ragu untuk terjun total di bisnis penjualan ikan segar.

Bermula dari bisnis pengolahan siomay yang sudah lama digeluti orang tuanya, Sinta kemudian memutuskan mencoba mandiri sejak April lalu dengan menjual ikan segar yang menjadi bahan baku siomay. Ikan-ikan segar tersebut di antaranya adalah tenggiri, cakalang, tuna, dll.

Layaknya anak muda jaman sekarang, ia banyak memanfaatkan sosial media untuk memperluas jaringan sekaligus mengenalkan produk jualannya.

“Kadang saya mencantumkan artikel atau tulisan di akun facebook saya tentang manfaat makan ikan, tentang betapa kayanya Indonesia akan sumber daya ikan, tentang ketergantungan dunia internasional pada produk ikan di perairan nusantara, dll. Pokoknya macam-macam tentang ikan, deh. Tapi di ujung postingan, pasti saya sertakan promosi produk yang saya jual,” ujar Sinta sambil tersenyum.

Dan hasilnya efektif. Dari sekedar tanya-tanya hingga kemudian tertarik untuk memesan produk ikan yang dijual, banyak yang berawal di akun media sosialnya. Tak hanya di sekitar Malang, tapi pemesanan juga mulai berdatangan dari luar kota.

“Untuk sementara ini pesanan yang paling jauh dari Tulung Agung. Kalau yang dari Surabaya sudah banyak. Malah hampir setiap saat. Sebenarnya pingin juga sih melayani pesanan dari luar Jawa Timur. Tapi pengiriman ikan segar ini kan ribet. Musti dikasih es batu dan ditutup pake styrofoam biar ikannya tetap segar sampai ke tempat tujuan. Ujung-ujungnya harga ikan jadi mahal karena ongkos kirimnya ditanggung konsumen,” jelas Sinta.

Kendati demikian, gadis berusia 20 tahun yang mengaku terinspirasi oleh semangat Susi Pujiastuti ini tak menampik kemungkinan suatu saat akan melayani pesanan ikan segar dalam jumlah besar ke berbagai tempat di Indonesia. Namun untuk itu ia harus menyiapkan segala infrastruktur pendukung seperti cold storage yang luas serta armada pengiriman. Selain itu, juga harus ada kepastian pasokan. Sementara ini, ia mengandalkan suplai ikan laut segar dari wilayah Pantai Selatan Malang dan beberapa tempat di pesisir utara Jawa Timur.

Khusus untuk salmon dan beberapa jenis ikan laut tangkapan yang berasal dari luar perairan Indonesia, gadis yang pernah mengenyam pendidikan di yayasan pendidikan Ma Chung ini mengatakan mengambilnya dari importir ikan kenalannya. Namun itu pun jumlahnya tak terlalu banyak. Selain kurang familiar bagi pelanggannya, harga ikan-ikan tersebut relatif mahal. Sehingga stok yang disimpannya juga terbatas.

Baca juga :

Eri Tri Wardana, Sukses dengan Andalkan Pakan Alami Lele

Pengolahan Limbah Ternak Sapi, Bisnis Berwawasan Lingkungan

salmon
(Salmon termasuk produk  ikan segar yang dijual Sinta)

Sedangkan untuk ikan air tawar, ia bekerja sama dengan Asosiasi Andalan Perikanan Kota Malang (APIK) untuk memasok ikan jenis bandeng, lele, nila, patin dan bawal.

“Untuk ikan air tawar sementara ini sudah cukup suplai dari anggota APIK. Sekali kirim bisa kwintalan, bahkan pernah langsung satu ton,” ujarnya.

Sinta memberi branding “Yamois” pada produk ikan yang dijualnya. Branding tersebut sama dengan branding siomay khas Malang yang dipasarkan orang tuanya. Sedangkan untuk gudang penyimpanan ikan-ikan segar tersebut berada tak jauh dari tempat tinggalnya di wilayah Perumahan Oma View, Gunung Buring, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang.

Saat ini Sinta memiliki beberapa karyawan yang masing-masing memiliki tugas sendiri seperti pemilahan pasokan ikan yang datang, penyortiran, pengemasan, pengiriman, dlsb. (inot)

Leave a Reply

%d bloggers like this: