Dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang tahun hingga Desember ini, daerah yang diperkirakan mengalami defisit beras terbesar adalah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Sumatera Utara. Namun distribusi beras dari daerah surplus, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan, kurang berjalan lancar karena banyaknya regulasi terkait perdagangan komoditas pokok ini.

Skema Pengadaan Beras yang tidak mempertimbangkan harga acuan dinilai sebagai langkah positif dalam memperbaiki kinerja industri beras. Penerapan skema pengadaan beras yang baru dapat mempermudah Bulog dalam melakukan penyerapan beras di tingkat petani. Sebab,  Bulog dapat mematok harga yang sekiranya dapat memuaskan kedua pihak (petani dan Bulog).