Demplot Pertanian Konservasi di NTB

Pertanian Konservasi Bantu Petani Kecil Atasi Perubahan Iklim

8 Februari 2019 Pomidor Indonesia 0

Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), sudah 4 tahun ini menjalankan program pertanian konservasi. Program tersebut membantu 16.000 petani kecil beradaptasi dengan perubahan cuaca ekstrem namun di saat bersamaan tetap berupaya meningkatkan produksi dan memperbaiki tanah mereka.  

Menghangatnya Suhu Bumi Memungkinkan Budidaya Pisang di Korsel

Gara-gara Bumi Menghangat, Pisang Pun Bisa Tumbuh Optimal di Korsel

24 Januari 2019 Pomidor Indonesia 0

Menghangatnya suhu bumi ternyata membawa dampak lain, yakni tumbuhnya tanaman-tanaman tropis di sebagian wilayah beriklim dingin. Tak terkecuali di Korea Selatan. Pisang, mangga dan aneka buah lainnya yang sebelumnya hanya bisa dijumpai di tempat-tempat beriklim hangat, kini tumbuh dan dibudayakan di negara yang menyebarkan demam K-Pop itu.

Jenis Kopi Liar Banyak yang Terancam Punah

Banyak Jenis Kopi Liar Terancam Punah

20 Januari 2019 Pomidor Indonesia 0

Sebuah penelitian yang dilakukan Kew Royal Botanic Gardens, mengungkapkan bahwa faktor-faktor seperti perubahan iklim, deforestasi, kekeringan dan serangan hama penyakit, menjadi penyebab terancam punahnya sebagian jenis kopi liar.

Pertanian Organik

Benarkah Pertanian Organik Justru Buruk Bagi Lingkungan?

22 Desember 2018 Pomidor Indonesia 1

Selama ini pertanian organik disebut-sebut sebagai pertanian ramah lingkungan. Sebab, pertanian ini tujuan utamanya selain memproduksi makanan sehat, juga meminimalkan penggunaan bahan-bahan kimia seperti pupuk atau pestisida sehingga tidak mencemari lingkungan. Namun benarkah demikian? Jangan-jangan justru malah sebaliknya.

PBB : 2018 Tahun Terpanas ke-4

PBB Sebut 2018 Sebagai Salah Satu Tahun Terpanas

4 Desember 2018 Pomidor Indonesia 0

Dalam Konferensi Perubahan Iklim Internasional atau Climate Change Conference (COP-24), Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut tahun 2018 menjadi tahun terpanas ke-empat yang pernah dialami bumi. Sepanjang abad ke-21, kenaikan suhu berkisar antara 5 hingga 9 derajad Celcius. Pembakaran energi fosil seperti minyak, batu bara dan gas bumi, dituding sebagai penyebab utamanya.