Tak Suka Makanan Transgenik? Jangan Makan Jagung!

Pomidor – Jika ada orang yang getol menyinggung bahaya makanan hasil rekayasa genetika (GMO), tolong tanyakan apa ia tahu tentang Teosinte. Umumnya orang lebih suka gaduh dengan istilah GMO tanpa mau lebih dalam lagi memahami bahwa apa yang ia makan selalu ada unsur rekayasa genetikanya.

Okay, kita bahas apa itu Teosinte. Teosinte adalah sejenis rumput yang tumbuh di wilayah Amerika Tengah, yang sekarang kita kenal sebagai Meksiko. Rumput yang di masa lalu dipakai sebagai pakan ternak itu, perlahan mengalami evolusi dengan campur tangan manusia. Tanaman itu kini menjadi makanan pokok sebagian penduduk dunia, yakni jagung. Ya, teosinte adalah cikal bakal jagung modern yang kita kenal saat ini.

Dengan kata lain, teosinte adalah makanan transgenik pertama di dunia. Namun makanan itu tidak diciptakan di laboratorium. Ia secara selektif tumbuh dan dikembangkan oleh penduduk asli Amerika jauh sebelum kedatangan orang-orang kulit putih dari Eropa. Dari semula rumput, teosinte kini menjadi salah satu tanaman yang paling banyak dikonsumsi manusia dan hewan ternak.

Daun dan batang teosinte terlihat mirip seperti jagung. Daunnya panjang dan runcing, dan batangnya manis sehingga disukai ternak, khususnya sapi. Meski begitu, benih polongnya berbeda karena teosinte tidak tumbuh tongkol. Selain itu, biji benihnya lebih sulit diperbanyak dibandingkan jagung.

Selama ribuan tahun, benih keras teosinte yang kecil ini merupakan makanan pokok suku Indian Maya. Sekitar tahun 6000 SM, orang-orang Maya membudidayakan teosinte di lahan pertanian dan bukannya membiarkan tumbuh di alam liar. Budaya Maya sendiri saat itu cukup maju dengan teknologi pertanian yang canggih. Mereka termasuk bangsa yang pertama kali menggunakan kanal dan parit yang luas untuk irigasi pertanian. Mereka juga menerapkan teknologinya untuk mengubah teosinte menjadi tanaman yang lebih bermanfaat.

Ketika awal membudidayakan teosinte sebagai makanan pokok, petani Maya melakukan pengembangbiakkan secara selektif dan bertahan sehingga ia perlahan berubah menjadi tanaman yang sangat berbeda. Mereka memilih benih yang lebih besar dan menyimpannya agar lebih mudah digiling, diolah atau ditanam kembali. Petani Maya di masa itu sudah merekayasa tanaman liar serta mengubahnya menjadi makanan pokok sehari-hari. Teosinte pun bermetamorforsis menjadi jagung yang kita kenal sekarang.

Dengan demikian, jagung adalah makanan hasil rekayasa genetika pertama. Memang, petani Maya tidak melakukannya di lab-lab yang steril dengan bermacam peralatan mutakhir. Apa yang mereka lakukan juga membutuhkan beberapa generasi untuk menyempurnakannya. Tapi hasilnya sama, yakni merekayasa gen satu tanaman kemudian mengubahnya menjadi tanaman lain yang nyaris sama sekali berbeda.

Rumput jadi jagung!

Dewasa ini, budidaya jagung bahkan dilakukan dengan teknik yang jauh lebih modern sehingga menghasilkan panenan yang lebih baik, manfaat yang lebih banyak serta varietas yang lebih luas. Jagung bukanlah satu-satunya tanaman yang genetikanya direkayasa. Padi pun sebenarnya juga hasil rekayasa dari jenis rerumputan. Nenek moyang kita telah melakukan modifikasi pada hampir semua tanaman konsumsi.

Baca juga :

3 Penyebab Umbi Wortel Bercabang Tumbuhnya

Truk Gunakan Kotoran Sapi Sebagai Energi Penggeraknya

Seorang ilmuwan terkenal, Neil de Grasse, menanggapi dengan tepat ribut-ribut soal tanaman GMO. “Sebagian besar makanan yang dijual di toko untuk dikonsumsi manusia adalah makanan hasil rekayasa genetika. Tidak akan ada semangka tanpa biji yang tumbuh di alam liar.”

Sejak jaman kuda gigit besi, manusia telah menggunakan akalnya untuk secara sistematis memperbaiki semua makanan penopang kehidupannya. Hasil dari upaya itu membuat makanan lebih mudah diperoleh, lebih enak, lebih murah, lebih efisien. Serta tak kalah pentingnya, lebih sehat.

Jadi kalau Anda tidak setuju dengan makanan GMO, coretlah nasi jagung atau orang Jawa menyebutnya sego empok, dari daftar makanan favorit Anda. Itu termasuk makanan transgender atau hasil rekayasa genetika, lho. (inot)

Leave a Reply

%d bloggers like this: