Wortel Organik dengan Kemasan Ramah Lingkungan

Pomidor.id – Sebuah brand organik terkemuka di Austria, secara bertahap terus mengurangi penggunaan kemasan plastik. Pertengahan Januari ini, brand tersebut, ‘Ja! Natürlich’, mulai memasarkan produk wortel organiknya dengan kemasan yang murni bisa didaur ulang. Kemasan ramah lingkungan itu terdiri dari bahan-bahan mudah terurai seperti minyak nabati dari bunga thistle dan bunga matahari. Hebatnya, daya simpan wortel organik tersebut lebih panjang ketimbang yang dikemas dengan wadah plastik konvensional.

wortel organik dalam kemasan ramah lingkungan
(Produk wortel organik ‘Ja! Natürlich’ dengan kemasan ramah lingkungan.)

“Produk organik dari ‘Ja! Natürlich’ ini merupakan komitmen kami terhadap lingkungan. Karena itulah untuk kemasannya kami mengandalkan bahan-bahan yang mudah terurai di alam,” jelas Martina Hörmer, Direktur Pemasaran ‘Ja! Natürlich’.

“Selain menggunakan kemasan yang mudah didaur ulang, kami juga memperhatikan kondisi penyimpanan dan daya tahan produk-produk kami. Dengan kemasan ini, produk wortel organik kami malah terjaga kesegarannya dalam waktu yang lebih lama. Jadi bukan saja ramah lingkungan, tapi juga memiliki efek positif terhadap kualitas produk,” tambah Hörmer.

Dengan penggunaan kemasan alternatif yang mudah terurai, ‘Ja! Natürlich’ selama beberapa tahun terakhir ini dapat menghemat pemakaian plastik hingga lebih dari 380 ton plastik. Sebelumnya, perusahaan asal Austria itu telah menggunakan kantong kertas berbahan rumput untuk wadah sayur dan buah yang dijual.

bunga thistle
(Selain bunga matahari, minyak bunga thistle juga menjadi bahan baku kemasan pengganti plastik.)

Baca Juga : Teknologi Ozon untuk Pengawet Makanan & Produk Hortikultura

Ada pun untuk bahan baku untuk kemasan wortel organik ini, sekitar 40 persennya diambil dari minyak bunga matahari dan bunga thistle (sejenis tanaman yang memiliki batang dan daun berduri serta kepala bunganya berwarna ungu dan berbentuk bundar).

Bunga thistle berasal dari daerah sekitar Porto Torres, Sardinia, Italia. Tanaman ini tumbuh subur di Mediterania karena cocok dengan iklimnya yang kering dan panas. Budidaya tanaman lokal ini menjadi proyek berkelanjutan (secara sosial dan ekologis) karena adanya kerja sama jangka panjang dengan petani Sardinia.

Sumber : Rewe Group

Leave a Reply

%d bloggers like this: