border=

Kemenperin Fasilitasi Pembuatan Desain Kemasan dan Merk 411 IKM

Kemenperin Fasilitasi Pembuatan Desain Kemasan dan Merk bagi 411 IKM
(Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementrerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih (kiri) saat menjadi narasumber dalam loka karya “Penguatan Rumah Kemasan” beberapa waktu lalu. Image : Dok Kemenperin)

Pomidor.id – Kementerian Perindustrian terus mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) nasional untuk semakin meningkatkan kualitas kemasan produknya agar mampu bersaing di pasar global. Untuk itu, diperlukan penerapan standar produk khususnya dalam desain kemasan dan merk.

“Selain mewadahi atau membungkus produk, kemasan juga memiliki fungsi proteksi terhadap produk yang dikemas dan dapat sebagai sarana promosi serta informasi dari produk tersebut. Sehingga akan meningkatkan citra, daya jual dan daya saing produk.”

Muat Lebih

 border=

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/4).

Gati menyampaikan, sejak tahun 2003, pihaknya membentuk Klinik Pengembangan Desain Kemasan dan Merk. Tujuannya memfasilitasi pelaku IKM untuk meningkatkan mutu kemasan produknya. Unit pelayanan publik ini memberikan bimbingan dan konsultasi pengembangan desain kemasan bagi produk-produk IKM sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan nilai jualnya.

Baca Juga : 4 Langkah Strategis Kemenperin Kembangkan Industri Mamin

“Sampai tahun 2018, Ditjen IKMA telah memfasilitasi sebanyak 7.565 desain kemasan, 8.110 desain merek dan bantuan dalam bentuk kemasan cetak yang diberikan kepada 411 IKM,” tuturnya.

Beberapa waktu lalu, Ditjen IKMA Kemenperin menggelar loka karya Penguatan Rumah Kemasan selama tiga hari di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan merumuskan solusi dalam pengelolaan Rumah Kemasan di berbagai daerah.

Workshop tersebut diikuti oleh penanggungjawab dari 25 Rumah Kemasan di seluruh Indonesia. Kemudian pelaku industi pengemasan, perwakilan dari perguruan tinggi, desainer pemenang Packindo Star Award, dan staf Klinik Kemasan Ditjen IKMA.

Baca Juga : Peningkatan Produksi Mamin Musti Dibarengi dengan Promosi

Gati menambahkan, pasar modern di Indonesia telah menerapkan standar pengemasan. Apalagi di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Jerman, Jepang, Korea Selatan dan China yang merupakan tujuan utama ekspor produk-produk Indonesia.

“Oleh karena itu, penerapan standar produk pangan misalnya, sangat diperlukan. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, sampai dengan pengemasan produk dan labeling harus dapat dipenuhi oleh para pelaku industri tersebut,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan