border=

Produk Bersertifikat Halal Lindungi Konsumen & Tingkatkan Daya Saing UKM

Penting, Produk Berserrtifikat Halal
(Dengan memiliki standar dan sertifikasi halal, akan meningkatkan daya saing produk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) lokal. Image : Pomidor)
Pomidor.id – Sistem perdagangan bebas yang kompetitif dan berlaku dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mengharuskan pengusaha memiliki produk yang memiliki daya saing. Berbicara daya saing, berarti berbicara juga tentang standar yang harus dipenuhi.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Sukoso mengatakan, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, standar dan produk bersertifikat halal niscaya musti diberlakukan. Baik berdasarkan SNI, atau menggunakan standar halal lainnya yang diakui Indonesia. Hal tersebut juga menjadi amanat Undang-Undang No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

“Standar dan sertifikasi halal adalah suatu yang wajib diberlakukan di Indonesia. Hal ini sebagaimana amanat UU No 33 tentang Jaminan Produk Halal. Maka kami terus berupaya menyosialisasikan agar masyarakat dan pelaku usaha termasuk didalamnya UKM (Usaha Kecil dan Menengah), mengetahui dan memahami amanat UU JPH tersebut,” kata Sukoso di Jakarta, Rabu (24/4).

Muat Lebih

 border=

Baca Juga : Kesadaran Pelaku IKM Akan Pentingnya Sertifikasi Halal Masih Rendah

Menurut Sukoso, yang juga perlu dipahami adalah, bila standar halal dipenuhi, akan memberikan berbagai keunggulan bagi sebuah produk. Dalam arti tidak hanya memenuhi aspek yang berkaitan dengan keimanan dan pengamalan ajaran agama (Islam). Namun juga memenuhi aspek penguatan daya saing di pasar dalam negeri maupun luar negeri di era persaingan bebas saat ini.

“Bila produk memenuhi standar halal, maka bisa menjawab tantangan persaingan. Yang pasti produk itu mendapat tempat di masyarakat yang ingin terpenuhi aspek pemenuhan pengamalan ajaran agama. Daya saing berupa terpenuhinya standar halal tersebut juga harus dimiliki oleh produk-produk yang diproduksi UKM kita, yang pelaku usahanya berjumlah jutaan orang,” kata Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya tersebut.

Dengan terpenuhinya standar halal bagi produk dari UKM, tentu akan menambah nilai ekonominya. Bila pihak UKM lokal tidak berupaya mengeluarkan produk bersertifikat halal, maka peluang ini bisa saja diisi pelaku usaha asing yang ingin menggarap pasar UKM di Indonesia.

Baca Juga : Urgensi Sertifikasi Halal Bagi Industri Mamin dan Restoran di Malang Raya

“Pemerintah tentu akan bijaksana terhadap UKM, dengan tidak menyamakan biaya sertifikasi halal dengan pelaku usaha menengah, besar atau korporasi. Namun perlu kami terus suarakan pentingnya produk UKM bersertifikasi halal untuk keberlangsungan usahanya, di era persaingan yang makin kompetitif ini,” pungkas Sukoso.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan