Selandia Baru Resmi Larang Pemakaian Kantong Plastik Sekali Pakai

Selandia Baru Resmi Larang Pemakaian Kantong Plastik Sekali Pakai
(Pemandangan orang menenteng belanjaan seperti ini tak akan lagi ditemui di Selandia Baru setelah diberlakukannya aturan resmi yang melarang pemakaian kantong belanja plastik sekali pakai. Image : Financial Express)

Pomidor.id – Terhitung mulai awal Juli 2019, pemakaian kantong plastik sekali pakai resmi dilarang di Selandia Baru. Sebagaimana ditetapkan dalam Regulasi Minimasi Limbah (tas belanja plastik) di tahun 2018, toko, supermarket dan restoran di Selandia Baru tidak boleh lagi menjual atau mendistribusikan tas belanja plastik sekali pakai.

Tas belanja plastik sekali pakai didefinisikan sebagai kantong plastik yang memiliki pegangan dan ketebalan kurang dari 70 mikron.

Muat Lebih

 border=

Beberapa kriteria plastik sekali pakai yang dilarang di antaranya adalah :

– Kantong plastik ringan yang umumnya tersedia di supermarket, makanan siap saji dan penjualan ritel lainnya.

– Tas belanja plastik yang lebih berat untuk membungkus beberapa barang belanjaan di mall atau di toko pakaian.

Baca Juga : Gunakan Tas Belanjaan Sesuai Fungsinya

Dispensasi tas belanja plastik masih diberikan untuk penjualan buah dan sayuran di supermarket. Pemerintah Selandia Baru juga membolehkan penggunaan bahan lain yang bisa didaur ulang sebagai tas belanja.

Menteri Konservasi dan Lingkungan Hidup Selandia Baru, Eugenie Sage, mengatakan larangan pemakaian kantong plastik sekali pakai adalah langkah menuju kehidupan lautan yang lebih sehat dan membantu melestarikan alam.

Sebagaimana diketahui, limbah plastik sebagian besar berakhir di lautan. Limbah plastik ini menyebabkan pencemaran dan membunuh atau menciderai ratusan ribu hewan laut setiap tahunnya.

Baca Juga : 90 Persen Garam Dapur di Meja Makan Kita Tercemar Mikroplastik

“Warga Selandia Baru bangga dengan reputasi negara kami yang bersih dan ramah lingkungan. Dan kami ingin membantu mewujudkan semua itu. Larangan tas belanja plasttik adalah salah satu langkah untuk mengurangi limbah plastik di Selandia Baru,” ujar Sage.

Meski baru secara resmi diberlakukan Juli 2019, namun peraturan yang sudah disahkan sejak Agustus tahun lalu itu tak menimbulkan banyak gejolak. Sebab, jauh-jauh hari supermarket-supermarket di negeri kiwi itu sudah menerapkan aturan tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai secara mandiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan