Jenis Cacing Tanah Terbanyak Ada di Wilayah Beriklim Sedang

Jenis Cacing Tanah Terbanyak Ada di Wilayah Beriklim Sedang
(Cacing tanah jenis Lumbricus terrestris yang asalnya dari daratan Eropa. Berkat campur tangan manusia, cacing tanah yang panjangnya bisa mencapai 25 cm ini sudah tersebar di berbagai wilayah di dunia. Image : Invasive)
Pomidor.id – Jika tempat beriklim tropis dikenal akan keanekaragaman hayatinya, tidak demikian dengan cacing tanah. Keragaman jenis cacing tanah justru lebih banyak ditemukan di wilayah beriklim sedang.

Sebuah tim yang terdiri dari sejumlah ilmuwan berbagai negara, belum lama ini melakukan survei mendalam tentang aneka jenis cacing tanah secara besar-besaran. Mereka mengumpulkan sampel populasi hewan invertebrata ini di 6.928 lokasi di 57 negara.

Para ilmuwan menggunakan data penelitiannya untuk memetakan penyebaran cacing tanah dan mengidentifikasi pola global dalam keanekaragaman serta biomassanya.

Muat Lebih

 border=

“Awalnya kami pikir ini adalah ide gila (mengumpulkan sampel cacing tanah dari seluruh dunia). Namun kami kemudian terkesan oleh semangat para kolega kami yang sangat termotivasi membagikan data-data mereka,” ujar Nico Eisenhauer, Kepala Penelitian Ekologi di Universitas Leipzig, Jerman, dalam rilisnya.

Ia menambahkan, penelitian tersebut dimulai pada tahun 2016.

“Hebatnya, hanya dalam waktu beberapa tahun kami sudah dapat menerbitkan salah satu dataset terbesar tentang keanekaragaman hayati tanah. Ini adalah pencapaian luar biasa dari Helen Philips (pimpinan peneliti). Juga banyak ilmuwan lain yang mendukung kami,” kata Eisenhauer.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal Science, menunjukkan populasi cacing tanah lebih beragam di wilayah beriklim sedang ketimbang di wilayah tropis. Ekosistem di wilayah beriklim sedang menunjang keberlimpahan dan biomassa hewan yang juga disebut sebagai dekomposer ini. Sementara di wilayah tropis, jenis cacing tanah lebih terbatas.

Baca Juga : Mikroplastik Hambat Pertumbuhan Cacing Tanah & Turunkan Kualitas Lahan Pertanian

Para ilmuwan mendapati keterkaitan yang erat antara populasi cacing tanah dengan kondisi lingkungan. Di daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan suhunya tak terlalu panas, berpengaruh besar terhadap susunan dan biomassa komunitas cacing tanah.

“Melihat pengaruh iklim yang sangat kuat ini, kami menyimpulkan bahwa perubahan iklim dapat menyebabkan pergeseran koloni cacing tanah serta mengubah fungsi dan kelestarian ekosistem,” kata Eisenhauer.

“Mengingat peran mereka yang amat penting bagi keberlangsungan ekosistem, kami khawatir efek berantainya akan merembet pada organisme lain. Seperti mikroba, serangga tanah dan tanaman,” imbuhnya.

Ketika banyak ilmuwan dan konservasionis memprioritaskan keanekaragaman hayati dan kelestarian ekosistem secara umum, tim peneliti yang dipimpin Helen Philips mengerucutkannya pada satu spesies, cacing tanah. Mereka menilai mahluk pengurai itu sama pentingnya dengan spesies lain bagi ekosistem.

“Cacing tanah mungkin tak seheboh panda dalam menarik perhatian orang. Namun keberadaan mereka sangat penting bagi organisme lain dan fungsi ekosistem kita secara keseluruhan,” tandas Eisenhauer.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan