8 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin

8 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin
(Sayuran dan buah-buahan segar kaya akan vitamin yang sangat dibutuhkan tubuh. Image : Pixabay)
Pomidor.id – Gaya hidup modern menuntut segala sesuatunya berjalan cepat dan praktis. Begitu pula dalam urusan makanan. Tak sedikit orang yang makan sekedar untuk penghilang lapar sehingga dapat kembali beraktivitas namun abai terhadap kandungan makanan yang dikonsumsinya.

Dengan kondisi yang demikian, tak heran jika bermunculan banyak penyakit yang puluhan tahun lalu mungkin jarang terdengar. Misalnya, diabetes, kolesterol, stroke, hipertensi, obesitas dan masih banyak lagi.

Selain sebagai sumber energi, makanan juga berfungsi menjaga daya tahan tubuh, regenerasi sel-sel, membangun kecerdasan, memelihara fungsi reproduksi, dlsb. Semua fungsi tersebut tak akan berjalan optimal tanpa asupan nutrisi yang seimbang.

Muat Lebih

 border=

Salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh adalah vitamin. Umumnya vitamin diperoleh dari sayur dan buah. Meski tergolong zat gizi mikro, kebutuhan vitamin tak dapat disubstitusi karena tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin sendiri. Kekurangan vitamin kronis dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Berikut 8 tanda tubuh kekurangan vitamin :

  1. Sariawan

    Sariawan
    (Sariawan bukan karena kekurangan vitamin C, tapi vitamin B1, B2 dan B6. Image : Almanac)

Sariawan, bibir pecah-pecah dan luka kecil di ujung mulut bisa jadi merupakan tanda kurangnya zat besi dan vitamin tertentu seperti vitamin B (B1, B2 dan B6).

Untuk menghindari masalah yang berkaitan dengan mulut kering dan bibir pecah-pecah, perbanyak makanan yang mengandung zat besi dan kaya vitamin B kompleks seperti kacang-kacangan, sayuran hijau, ikan, telur, susu dan daging.

  1. Gusi berdarah

    Gusi Berdarah
    (Gusi berdarah akibat kurang asupan vitamin C. Image : Medicine News)

Tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin C sendiri. Karena itu satu-satunya cara untuk mendapatkan vitamin C adalah melalui makanan.

Vitamin C berperan penting dalam sebagai antioksidan, meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah kerusakan sel serta penyembuhan luka. Kekurangan vitamin C jarang terjadi pada orang yang cukup mengkonsumsi buah dan sayuran segar.

Namun pada orang yang sangat sedikit mengkonsumsi vitamin C dalam kurun waktu yang lama, dapat berakibat gejala defisiensi, termasuk gusi berdarah. Masalah serius lain yang disebabkan kurangnya vitamin C adalah menurunnya kekebalan tubuh sehingga gampang sakit. Juga sering merasa letih dan lesu.

Buah-buahan yang mudah didapat dan kaya akan vitamin C di antaranya adalah jeruk, pepaya, mangga, jambu biji, strowberry, dll. Sementara untuk sayur adalah brokoli, kembang kol, bayam, tomat, cabai merah, dll.

Baca Juga : 7 Alasan Kenapa Musti Rutin Makan Buah

  1. Kuku mudah patah

    Kuku Patah
    (Kuku mudah patah akibat kurangnya biotin. Image : Pronails)

Meski terkesan sepele, namun kuku yang mudah patah sangatlah menganggu karena kuku berfungsi melindungi ujung jari kita yang sensitif dan membantu menguatkan daya sentuh pada berbagai benda.

Kuku yang rapuh salah satunya disebabkan kurangnya biotin. Biotin adalah vitamin larut air yang juga dikenal sebagai vitamin H. Vitamin ini memiliki peran dalam pertumbuhan dan juga kesehatan kulit, rambut, kuku, mata, ginjal, serta sistem saraf pusat. Biotin juga merupakan asupan nutrisi penting bagi ibu hamil dan janin.

Walau pun jarang terjadi, gejala kekurangan biotin sering terlihat pada rambut dan kuku yang mudah patah.

Biotin banyak terdapat pada biji-bijian, kuning telur, susu dan pisang.

  1. Kulit kepala bersisik dan ketombean

    Ketombean
    (Selain pemilihan shampoo yang tepat, ketombean juga dapat dihindari dengan memperbanyak asupan makanan yang mengandung zat besi dan vitamin B3. Image : Health Line)

Kulit kepala bersisik dan berketombe biasanya akan dihindari sebisa mungkin. Sebab tak hanya menunjukkan ada yang kurang beres dengan tubuh kita, tetapi juga memalukan. Bagaimana tidak malu ketika tanpa sadar garuk-garuk kepala karena ada yang gatal, serpihan-serpihan ketombe malah berjatuhan.

Ketombe atau pengelupasan sel-sel kulit kepala yang terlalu cepat tak melulu akibat faktor eksternal. Tapi sering juga disebabkan oleh pola makan yang kurang bergizi. Minimnya asupan makanan yang mengandung zat besi dan vitamin B dapat meningkatkan resiko berketombe.

Sejumlah makanan yang kaya akan niacin (vitamin B3) adalah sayuran hijau, alpukat, biji-bijian, telur, daging dan makanan laut.

Baca Juga : Konsumsi Sayur dan Buah Segar Jaga Fungsi Pendengaran

  1. Rambut rontok

    Rambut Rontok
    (Rutin mengkonsumsi sayuran segar dan buah seperti alpukat dan pisang dapat mencegah rambut rontok. Image : Getty Images)

Kerontokan rambut sebenarnya merupakan sesuatu yang alami. Bahkan 50 persen orang akan mengalaminya ketika menginjak usia 50 tahunan.

Karena bersifat alami dengan bertambahnya usia, gejala rambut rontok tak terhindarkan. Yang dapat dilakukan hanya mengurangi percepatannya. Rutin mengkonsumsi vitamin B3 dan B7 seperti sayuran hijau, alpukat, kurma, pisang, kacang-kacangan, telur dan daging, dapat mencegah atau setidaknya memperlambat kerontokan rambut. Pun demikian dengan makanan yang mengandung zat besi dan lemak esensial tertentu.

Banyak produsen obat dan suplemen mengklaim dapat mengatasi rambut rontok dengan mengkombinasikan nutrisi di atas. Namun cara instant acap kali tak terlalu efektif. Paling baik tetaplah membiasakan diri memenuhi asupan gizi seimbang semenjak muda.

  1. Penglihatan kabur

    Pandangan Kabur
    (Sering menatap layar ponsel dalam kondisi gelap gulita ditambah dengan minimnya konsumsi vitamin A dapat menyebabkan gangguan fatal pada penglihatan. Image : Health Line)

Sejak kecil kita kerap mendengar nasehat untuk banyak-banyak makan wortel dan bayam agar mata kita sehat. Nasehat itu seratus persen benar. Pasalnya, dua sayur di atas amat kaya akan vitamin A.

Kurang asupan vitamin A berkorelasi langsung dengan penurunan penglihatan. Termasuk kondisi rabun senja, yakni berkurangnya kemampuan melihat dalam cahaya yang rendah atau gelap. Hal ini karena vitamin A dibutuhkan untuk memproduksi rhodopsin, pigmen di retina mata yang membantu melihat dalam cahaya remang-remang atau malam hari.

Untunglah sebagai negara tropis, Indonesia berlimpah sumber vitamin A. Beberapa yang mudah diperoleh di sekitar kita adalah kangkung, ubi jalar, labu, selada, mangga, semangka, jambu biji, dlsb.

Meski juga banyak dijual suplemen yang mengandung vitamin A dosis tinggi, namun sangat disarankan untuk tidak mengkonsumsinya terlalu sering. Vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemak. Sehingga apabila dikonsumsi berlebihan dapat menumpuk di dalam simpanan lemak yang justru menjadi racun.

Baca Juga : Ogah Makan Buah dan Sayur, Remaja di Inggris Alami Buta Permanen

  1. Sering kram

    Kram Akibat Kekurangan Vitaman C
    (Kecukupan zat besi dan vitamin C efektif mencegah kram. Image : Life’s Work)

Kram, khususnya di kaki, sering terjadi akibat banyak melakukan kegiatan fisik dengan olah raga tapi tak diimbangi dengan asupan nutrisi yang memadai. Keringat yang keluar sama dengan mengurangi mineral yang ada dalam tubuh.

Kecukupan zat besi dapat mereduksi gejala kram. Namun akan lebih baik jika dikombinasikan dengan makanan yang kaya vitamin C karena membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Kacang-kacangan, labu, pisang dan pepaya sangat direkomendasikan para ahli nutrisi untuk menghindari gejala sering kram.

  1. Iritasi kulit

    Iritasi Kulit Akibat Kekurangan Vitamin A dan C
    (Kulit memerah dan terasa gatal tak hanya karena alergi atau gigitan serangga. Tapi bisa juga karena kekurangan vitamin A dan C. Image : Dreams Time)

Iritasi atau ruam pada kulit biasanya muncul berupa bintik-bintik kecil dan noda kemerahan seperti melepuh pada kulit. Kulit pun bisa terasa gatal atau seperti terbakar.

Iritasi pada kulit bisa disebabkan penyakit, gigitan serangga, alergi, atau efek samping produk perawatan kulit. Namun demikian, munculnya ruam-ruam pada kulit juga bisa jadi penanda seseorang kekurangan vitamin A dan C.

Untuk menghindari kulit gampang melepuh atau bentol-bentol, perbanyak asupan makanan yang kaya akan vitamin A dan C seperti sayur dan buah-buahan segar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan