FAO : Inovasi di Bidang Pertanian Berdayakan Petani Kecil

FAO : Inovasi di Bidang Pertanian Berdayakan Petani Kecil
(Berbagai inovasi, sekali pun itu sederhana, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan petani kecil. Image : ist)
Pomidor.id – Meningkatkan akses petani kecil dan keluarganya pada inovasi teknologi untuk sistem pangan berkelanjutan adalah hal yang sangat penting. Hal ini juga berkontribusi besar dalam mendorong tercapainya pembangunan berkelanjutan.

Demikian dikatakan Direktur Jenderal FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian PBB), Qu Dongyu. Ia menyampaikannya dalam diskusi tentang “Meningkatkan Akses pada Inovasi di Bidang Pertanian untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)” di markas besar FAO di Roma, Rabu (6/11).

Diskusi ini diikuti para ahli dari FAO, negara anggota dan sejumlah akademisi. Mereka membahas upaya-upaya untuk meningkatkan akses terhadap inovasi di bidang pertanian sehingga berkontribusi pada pertumbuhan sosial ekonomi. Juga untuk memastikan keamanan pangan dan gizi, mengurangi kemiskinan dan mendukung pencapaian SDGs.

Muat Lebih

“Inovasi di bidang pertanian adalah cara untuk meningkatkan efektivitas, daya saing serta kemampuan bertahan dengan lahan dan sumber daya terbatas,” kata Qu dalam sambutannya.

Meski demikian, Dirjen FAO itu menyadari bahwa petani kecil berserta keluarganya, terutama di negara-negara kepulauan kecil dan wilayah rentan lainnya, masih menghadapi tantangan besar. Mereka sering mengalami kesulitan dalam mengakses inovasi di pertanian.

Baca Juga : FAO Dorong Pemerintah Berinvestasi di Pedesaan

Untuk mengatasi hal ini, Qu meminta lembaga-lembaga penelitian dan akademisi berupaya lebih keras mencari jalan pintas untuk mentransfer hasil-hasil inovasi mereka kepada pihak-pihak yang sangat membutuhkannya.

Namun ditekankan bahwa inovasi tak harus berbentuk teknologi terbaru atau pun teknologi canggih. Inovasi yang dimaksud di sini adalah mendapatkan solusi yang handal dan mudah diterapkan dalam bidang pertanian melalui kerja sama internasional yang melibatkan para pemangku kepentingan lintas negara. Selain itu, musti dipastikan kemudahan transfer metode, teknologi serta penerapannya pada para petani kecil.

Dirjen FAO juga menyoroti perlunya mempromosikan model bisnis baru untuk membuat inovasi dapat diakses oleh jutaan petani. Inisiatif Hand-in Hand, misalnya.

Hand-in Hand Initiative adalah sebuah program yang bertujuan untuk membantu mempercepat tercapainya SDGs. Program ini mendukung upaya pembangunan di negara-negara miskin dan terbelakang yang rentan dihantam krisis pangan.

Baca Juga : RUU Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan Berpihak ke Petani Kecil

“Dunia harus dapat memberi makan dirinya sendiri. Itu adalah tantangan yang sangat berat,” ujar Mark Keenum, Presiden Universitas Mississippi (MSU), dalam kesempatan yang sama.

Ia mengatakan, organisasi internasional seperti FAO dan WFP (World Food Programme) sangat dibutuhkan untuk menjalin kerja sama dengan berbagai negara, universitas dan akademisi. Kerja sama itu tak boleh dibatasi oleh sekat-sekat primordial, politik, ideologi maupun wilayah geografis.

“Kita harus berkolaborasi, menggunakan data terbuka, berbagi pengetahuan dan informasi,” tegas Keenum.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan