border=

Daging dan Telur Ayam Ras Penyumbang Inflasi Terbesar November 2019 di Kota Malang

Daging Ayam Ras Penyumbang Inflasi Terbesar November 2019 di Kota Malang
(Bedak daging ayam di Pasar Sawojajar. Daging ayam menjadi komoditas bahan makanan penyumbang inflasi terbesar di Kota Malang. Image : Pomidor)
Pomidor.id – Setelah pada bulan sebelumnya terjadi deflasi -0,04 persen, Kota Malang kembali mengalami inflasi 0,01 persen di bulan November 2019. Penyumbang inflasi terbesar tetap dipegang daging dan telur ayam ras.

Dari 8 kota Indeks (IHK) di Jawa Timur, tercatat 8 kota mengalami Inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 0,41 persen, yang kemudian diikuti Kediri sebesar 0,38 persen, Probolinggo 0,31 persen, Jember 0,28 persen, Surabaya 0,28 persen, Banyuwangi 0,22 persen, dan Madiun sebesar 0,16 persen.

“Sedangkan inflasi terendah terjadi di kota Malang sebesar 0,01 persen,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)  Kota Malang,  Sunaryo, saat rilis inflasi di kantor BPS kota Malang, Senin (2/12).

Muat Lebih

 border=

Sepuluh komoditas teratas yang memberikan andil terbesar pada inflasi pada November 2019 yaitu daging ayam ras, kontrak rumah, telur ayam ras, bimbingan belajar, rokok kretek filter, tomat sayur, ketimun, beras, tauge atau kecambah, dan udang basah.

“Daging dan telur ayam ras menempati peringkat pertama dan ketiga komoditas penyumbang inflasi terbesar kota Malang,” ucapnya.

Daging ayam ras mengalami kenaikan harga sebesar 5,71 persen dengan andil 0,0715 persen. Sedangkan telur ayam ras mengalami kenaikan harga sebesar 3,86 persen dengan andil 0,0251 persen.

Baca Juga : Peternak Malang Khawatirkan Isu Telur Berdioksin

Kepala BPS, Sunaryo
(Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo.)

Sunaryo menyebutkan bahwa adanya isu telur yang terpapar dioksin tidak berdampak signifikan pada harga telur maupun permintaan masyarakat.

“Bahkan telur ayam menjadi salah satu komoditas utama penyumbang inflasi bulan November di kota Malang,” ungkapnya.

Sementara itu, produk pertanian seperti cabai rawit dan cabai merah justru menjadi komoditas terbesar kedua dan ketiga penghambat inflasi di bulan November.

Cabai rawit mengalami penurunan harga sebesar 17,47 persen dengan andil -0,0577 persen. Sedangkan cabai merah juga mengalami penurunan harga sebanyak 9,92 persen dengan andil -0,0491 persen.

“Mendekati natal dan tahun baru diharapkan pasokan bahan makanan mencukupi agar tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar,” tutup Sunaryo. (ANC)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan