border=

Penggunaan Drone di Bidang Pertanian UMM Diapresiasi Menko PMK

Penggunaan Drone di Bidang Pertanian UMM Diapresiasi Menko PMK
(Menko PMK, Muhajir Effendy mendapat penjelasan tentang SRI, drone yang berfungsi menyemprotkan pupuk dan pestisida di lahan pertanian. Image : ANC/Pomidor)
Pomidor.id – Dosen Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Ir. Wahono, MT. mengatakan, tantangan dalam dunia pertanian saat ini dirasa semakin berat. Hal ini karena lahan pertanian maupun tenaga kerja semakin berkurang, namun biaya justru semakin tinggi.

Akibatnya banyak produk impor seperti buah-buahan yang masuk menyerbu Indonesia.

“Kalau dibiarkan maka produk kita akan semakin sedikit tapi harganya tinggi. Sementara produk impor yang banyak tersedia justru harganya lebih murah. Maka habislah kita,” ujarnya di lahan persawahan UMM,  akhir pekan lalu.

Muat Lebih

 border=

Berangkat dari permasalahan tersebut, Wahono kemudian membuat sebuah terobosan dengan menciptakan 3 jenis pesawat tanpa awak (drone) berteknologi canggih untuk mendukung dunia pertanian Indonesia.

Drone yang pertama yakni Motodoro MX berjenis Flying Wing. Motodoro memiliki kemampuan yang lebih efisien karena dalam sekali terbang bisa memetakan sekitar 700 hektar.

Selanjutnya adalah Farm Mapper dengan kemampuannya dapat terbang serta landing vertikal dengan daya jangkau 400-500 hektar.

Kemudian drone yang terakhir adalah Spraying Robot Indonesia (SRI) yang berfungsi untuk mengaplikasikan pupuk dan pestisida.

Baca Juga : Penyemprotan dengan Drone Lebih Murah dan Efektif

Dikatakan Wahono, pengaplikasian pupuk dan pestisida oleh SRI dilakukan secara Smart. Pasalnya, drone ini hanya menyemprotkan pestisida pada tempat yang membutuhkan dan dalam jumlah yang diperlukan dengan kapasitas 23 liter dan jangkauan 10 hektar dalam 1 jam. Sementara data tanaman yang membutuhkan pupuk serta pestisida diperoleh dari drone Farm Mapper maupun Motodoro MX.

“Karena pestisida yang digunakan lebih sedikit, maka biaya produksinya juga berkurang. Dan tentunya lebih ramah lingkungan sehingga racun yang disebarkan juga sedikit, ” sebutnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P. mengaku sangat mengapresisi semua inovasi yang dihasilkan UMM termasuk penggunaan drone di bidang pertanian.

“Saya memang menugasi deputi untuk mencari teknologi yang dibutuhkan dalam pembangunan desa, dimana salah satu yang paling menonjol adalah pertanian. Ternyata di UUM relatif terdepan dalam pengembangan drone untuk digunakan di sektor pertanian,” ujarnya.

Baca Juga : Kementan Gunakan Drone untuk Tanam Padi di Lahan Rawa

Menurutnya, inovasi penggunaan drone di bidang pertanian sangat tepat karena kecepatannya bisa beribu kali lipat dibandingkan menggunakan cara manual tenaga manusia. Alat ini juga bisa mendeteksi bagian mana dari tanaman yang berpenyakit sehingga nanti ketika mengatasi penyakit tidak asal semprot.

“Harusnya ini sudah layak untuk didesiminasikan kepada masyarakat. Akan saya pelajari lagi dan minta untuk dibuat videonya penyajiannya yang bagus dan penyajiannya. Insyallah akan saya laporkan langsung ke Presiden,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan