border=

Terus Dikembangkan Pisang Cavendish Resisten Fusarium

Terus Dikembangkan Pisang Cavendish Resisten Fusarium
(Industri pisang di Kosta Rika menyumbang hampir separuh PDB sektor pertaniannya. Image : NPR)
Pomidor.id – Berbagai varietas pisang Cavendish yang resisten terhadap virus Fusarium Tropical Race 4 (TR4) tengah dipelajari di Filipina. Varietas pisang baru yang dikembangkan oleh perusahaan agrobioteknologi Rahan Meristem, diperoleh melalui metode induksi mutasi.

Salah satu negara yang tertarik dengan pengembangan pisang Cavendish resisten fusarium tersebut adalah Kosta Rika. Hal itu diungkapkan oleh direktur penelitian National Banana Corporation (Corbana), Jorge Sandoval.

Menurutnya, penelitian yang dipimpin oleh Dr. Eli Khayat, direktur sains Rahan Meristem, berhasil mengaktifkan gen pisang yang resesif dan tahan penyakit mematikan bagi tanaman pisang tersebut.

Muat Lebih

 border=

Untuk diketahui, Virus fusarium TR4 kebal terhadap perlakuan kimiawi. Virus ini juga dapat bertahan di dalam tanah selama lebih dari tiga puluh tahun.

Kosta Rika tertarik dengan pengembangan pisang yang tahan terhadap TR4 karena negara di kawasan Amerika Tengah itu banyak bergantung pada industri pisangnya.

Baca Juga : Ilmuwan Bergabung untuk Perang Global Melawan Penyakit pada Pisang

Data dari Kementerian Pertanian dan Peternakan Kosta Rika, industri pisang menyumbang pendapatan hingga 8,8% dari total ekspornya. Sementara dari produk domestik bruto (PDB) pertanian, industri pisang menyumbang sekitar 42,3%.

Karena itu, varietas pisang Cavendish resisten fusarium akan sangat membantu mendorong perluasan perkebunan pisang di Kosta Rika.

Meski demikian, lanjut Sandoval, Corbana juga sedang menganalisis varietas lain pisang Cavendish yang toleran terhadap serangan jamur mematikan. Penelitian tersebut saat ini sudah berjalan lebih dari satu tahun.

Baca Juga : El Savador Kerahkan Anjing Pelacak Fusarium di Bandara

Sementara untuk pencegahan masuknya penyakit ke negara itu, khususnya melalui bandara, beberapa langkah pencegahan yang dilakukan adalah menempatkan karpet disinfektan di titik-titik masuk sebelum pemeriksaan dokumen penumpang. Dengan demikian, para pelancong yang tiba dapat membersihkan dan mengeringkan alas kaki mereka.

Selain itu, Badan Karantina Kosta Rika telah melatih sekumpulan anjing yang mampu mendeteksi adanya jamur fusarium. Hal yang sama juga dilakukan negara tetangganya, El Savador.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan